logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 01 Nopember 2004 SEMARANG
Line

''Seandainya Mereka Meminta Izin...''

JENAZAH Retno Pratiwi (13) dan Andi Munandar (9), Minggu (31/10) siang masih terbaring di atas dipan. Kedua mayat itu rencananya dikebumikan di pemakaman Bapi, Minggu (31/10) sekitar pukul 14.00. Lokasi pemakamanan itu persis di belakang rumah korban.

Di rumah mungil di sekitar tebing TPU Bapi, Jalan Pusponjolo Selatan RT 3 RW 6 itu, Rento dan Andi dilahirkan. Korban merupakan anak kedua dan keempat dari lima bersaudara. Almarhumah Retno Pratiwi kini baru duduk di bangku kelas I SMP Muhammadiyah 4, Semarang.

Kehidupan keluarga korban selama ini sangat sederhana. Meski begitu, mereka tetap hidup ceria dan bersahaja bersama ayah ibunya.

Ayah korban, Abdul Rosyid (42), selama ini bekerja sebagai petugas kebersihan di Pasar Johar. Hasil yang pas-pasan, membuat Rosyid harus berpikir keras untuk menambal kekurangan kebutuhan sekolah anak-anaknya.

Namun kini ujian berat kembali datang. Dua orang anak kesayangannya tewas karena kecelakaan lalu lintas.

Sambut Tamu

Di tengah suasana duka istri Rosyid, Ny Supriyanti, berusaha menyambut para tamu yang melayat sembari duduk di ruang tengah rumahnya. Sejumlah tetangga dan kerabatnya yang mengelilingi, berusaha memberikan nasihat untuk menguatkan hati. Peluk cium bela sungkawa mengiringi keberangkatan dua jenazah kedua anaknya ke alam baka.

Raut wajah Supariati sembab, menyiratkan kepedihan hati yang mendalam. Berkali-kali Supriyati tak mampu membendung air matanya, manakala sejumlah kerabat dan saudaranya menyampaikan bela sungkawa atas kematian putra dan putrinya.

Rosyid pun terlihat sangat terpukul. Apalagi paginya dia masih melihat anak-anaknya makan sahur bersama-sama.

Bahkan, seingat dia, anak-anaknya tidak pernah bermain sampai sejauh itu. Baru kali ini, dia mendengar anaknya hendak bepergian jauh ke Marina.

''Saya diberitahu tetangga. Begitu bangun tidur saya langsung menuju ke rumah sakit. Namun saya tidak tahu, bagaimana asal mula kejadiannya. Seandainya mereka meminta izin, sudah pasti akan saya larang bermain sejauh itu,'' katanya.

Ny Supariyati mengaku, beberapa hari sebelum tak ada firasat apa pun. Namun, anak sulungnya pernah bermimpi dua buah sandal yang dipakai hilang. Tak disangka bila mimpi itu sebagai firasat anaknya akan berpisah untuk selama-lamanya.(Karyadi-73i)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA