| Senin, 01 Nopember 2004 | KEDU & DIY |
Masyarakat Keluhkan Kualitas 10 Proyek
WONOSOBO - Masyarakat di berbagai desa dan kecamatan di Kabupaten Wonosobo merasa kecewa terhadap pelaksanaan proyek pekerjaan pembangunan fisik di wilayahnya. Masyarakat menilai, kualitas 10 proyek pembangunan 2004 relatif jelek dan tidak sesuai dengan ketentuan. Hal itu dilaporkan lewat surat kepada Pemkab. Proyek pembangunan fisik yang dilaporkan meliputi tujuh proyek pengaspalan jalan, dua proyek pembangunan sektor pendidikan, dan proyek pembangunan kantor kecamatan/koramil/polsek. Anggaran pembangunan proyek yang diadukan Rp 4,3 miliar lebih. Dalam laporannya kepada Pemkab, masyarakat menilai, kualitas pekerjaan tidak seperti yang diharapkan. Mereka menjumpai pekerjaan pengaspalan yang tidak baik, yaitu adanya aspal yang sudah mengelupas dan lain-lain. Minta Keterangan Menanggapi aduan masyarakat tersebut, Kepala Bagian Pengendalian Pembangunan Pemkab Wonosobo Purwono Subagyo SIP, Sabtu (30/10) mengatakan, pihaknya telah meminta keterangan kepada pihak-pihak terkait. Antara lain, pengguna anggaran kegiatan, pengendali kegiatan, badan pemeriksa pembangunan, pengawas, rekanan pelaksana, dan perwakilan masyarakat lokasi proyek. Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga mengecek ke lapangan. Dalam pengecekan itu ditemukan adanya pekerjaan yang kurang sesuai. Berdasarkan temuan lapangan tersebut, Pemkab atau Bupati Wonosobo meminta rekanan agar segera memperbaiki pekerjaan agar sesuai dengan bestek. Karena itu, para rekanan menyanggupi memperbaiki proyek yang dilaksanakannya. Kini beberapa rekanan mulai melakukan perbaikan, tapi ada pula yang masih dalam proses. Purwono menyebutkan, Bupati telah menegur rekanan yang proyeknya bermasalah. Pemberian teguran, sesuai dengan tingkat kesalahan masing-masing. Sementara itu, Komisi D DPRD Wonosobo beberapa hari lalu juga sudah membahas aduan masyarakat tentang proyek-proyek bermasalah. Ketua Komisi D DPRD Aan Santosa meminta agar Bupati menegur rekanan yang kurang baik. Rekanan yang bandel diusulkan agar tidak diberi pekerjaan lagi. (P55-92e) |