| Senin, 01 Nopember 2004 | KEDU & DIY |
Jangan Tergiur Daging MurahYOGYAKARTA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mengingatkan masyarakat agar mewaspadai kemungkinan adanya daging gelonggongan dan bangkai di pasaran. Biasanya peredaran daging semacam itu merebak menjelang Lebaran. Kepala Sub-Dinas Perdagangan Dinas Perekonomian Kota Yogyakarta Ida Farida kemarin mengemukakan, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya sejumlah pedagang sering melakukan penyelewengan dengan menjual daging gelonggongan, bangkai, dan daging ayam yang mengandung formalin. Karena itu, pihaknya mengawasi ketat kemungkinan peredaran daging tersebut di pasaran. Dia menyebutkan, sebenarnya daging gelonggongan dari sisi kesehatan tidak begitu membahayakan namun sangat merugikan konsumen karena beratnya tidak sesuai dengan timbangan. Dia mengungkapkan, hampir setiap tahun ada penjual ayam bangkai sehingga keberadaannya meresahkan masyarakat. Menurut penuturannya, kawasan rawan peredaran ayam bangkai ada di sejumlah tempat seperti di Jalan Sriwedari dan Terban, sedangkan peredaran daging gelonggongan dan daging ayam formalin sering dijumpai di Pasar Beringharjo dan Pasar Kotagede. Ida memaparkan, ayam bangkai mempunyai ciri-ciri seperti warna kebiru-biruan dan berbau. Daging gelonggongan biasanya berwarna pucat. Kandungan air pada daging tersebut tinggi sehingga kondisi daging terlihat membengkak. Penjual daging gelonggongan tidak berani menjual dagangannya dengan cara digantung seperti pedagang daging pada umumnya. Mengenai ciri-ciri untuk ayam formalin, warna daging mengkilat tidak dihinggapi lalat dan jika dipegang terasa kenyal. (D19-76j) |