| Senin, 01 Nopember 2004 | KEDU & DIY |
Lima ''Tikus'' KA Diringkus di BusKEBUMEN - Lima penjahat yang diduga sering beraksi di kereta api (KA) jalur Surabaya-Purwokerto, Sabtu malam diringkus polisi setelah mencoba melarikan diri naik bus sampai pos polisi Kedungbener. Adapun korban kejahatan ''tikus'' KA itu adalah seorang pembantu rumah tangga, Sri Daryati (26), warga Desa Karangpakis Kecamatan Nusawungu Kabupaten Cilacap. Dia mengaku kehilangan tas berisi dompet dan uang tunai, sebuah handphone Nokia, dan paspor yang sudah tak berlaku. Semula penjambretan di KA Logawa itu membuat sibuk Polres Kebumen. Sebab, pada awalnya ada lelaki mengaku bernama Jon Rui asal Surabaya. Dia melapor telah kehilangan tas berisi uang Rp 30 juta dirampas empat penjahat. Petugas Polsek Karanganyar segera melaporkan informasi tersebut ke Polres. Kapolres Kebumen AKBP Lilik Purwanto malam itu beserta Kapolsek Karanganyar AKP Pawit Setiyanto langsung memimpin pengejaran. Dari pelacakan polisi, diketahui empat lelaki itu setelah menjambret sekitar pukul 19.00, turun di Stasiun KA Karanganyar, lalu berjalan kaki. Mereka mampir makan sate dan naik bus Akas jurusan Surabaya. Dikejar Informasi itu segera disebarluaskan ke jajaran polsek dan pos polisi di sepanjang jalur Karanganyar-Kebumen. Polisi diminta menghentikan semua bus ke arah timur karena diduga dinaiki keempat penjahat yang merampas uang tunai Rp 30 juta. Saat bus Akas malam itu melintas di depan Pos Polisi Kedungbener di timur terminal, polisi menghentikan bus itu dan menggeledah para penumpangnya. Pada awalnya keempat lelaki itu mengelak. Namun, setelah digeledah mereka mengaku menjambret tas di Stasiun Karanganyar. Hanya, setelah tas digeledah, tas berisi uang ratusan ribu dan KTP atas nama Sri Daryati. Polisi lalu curiga dan menginterograsi mereka berlima. Polisi menyimpulkan, keempat lelaki itu komplotan penjahat, meski Jon Rui mengakui Daryati sebagai pacarnya. Mereka berlima lalu ditahan di Polsek Karanganyar. Keempat penjahat itu diduga Kelompok Sragen yang sering beraksi di atas KA. Mereka yaitu Jon Rui (35) asal Surabaya, Didit Gun awan (27) asal Masaran Sragen, Joko Endrianto (27) Jebres Solo, dan Antonius (40) asal Ambon. Sri Daryati yang ditemui di Polsek Karanganyar menuturkan, dia berangkat dari Surabaya pagi dan sejak di KA berkenalan dengan Jon Rui. Namun, dengan empat lelaki lain, dia mengaku tidak kenal. Tiba di Stasiun Karanganyar, banyak penumpang turun. Keempat penjahat itu beraksi. Setelah situasi sepi dan KA beranjak jalan, tas yang dia pangku ditarik dua lelaki di belkangnya. Dia berusaha menahan tapi tali tasnya putus. Tak lama kemudian, Jon Rui ikut turun. Korban kehilangan uang tunai sekitar Rp 500.000, ponsel dan paspor. (B3-80e) |