logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 01 Nopember 2004 KEDU & DIY
Line

Warga Blawong Takut Tanah Longsor

  • Warga Buat Selokan 400 Meter

TEMANGGUNG - Sebagian besar warga Dusun Blawong, Desa Muncar, Kecamatan Gemawang Kabupaten Temanggung merasa waswas terjadi bencana tanah longsor pada musim hujan tahun ini. Sebab, kerusakan akibat tanah longsor pada tahun lalu hingga kini belum diperbaiki.

Menurut warga, saat ini masih banyak tanah retak akibat musibah pada musim hujan tahun lalu. Tak hanya di kawasan bukit, tapi juga tanah permukiman yang berdekatan dengan rumah penduduk.

Misalnya, pagar depan rumah milik Supardi (37) yang retak akibat hujan tahun lalu dan tanah belakang rumah Sukono (42) yang retak hingga kini belum diperbaiki.

''Kami khawatir, jika hujan lebat terus mengguyur akan terjadi tanah longsor. Sejak dulu permukiman kami memang rawan tanah longsor,'' kata Sukono.

Selokan

Sejak sepekan lalu, kata sejumlah warga, hujan turun beberapa kali. Intensitas hujan tinggi, sehingga dikhawatirkan akan menggerus tanah yang sudah memprihatinkan.

''Selama ini tanah di sini kering akibat kemarau panjang. Jika hujan turun lebat, kami khawatir air cepat merembes menyebabkan tanah labil kemudian longsor,'' ujar warga lain.

Upaya menangkal bencana tersebut sudah dilakukan, yakni membuat saluran di atas bukit agar air tidak masuk ke permukiman. Namun, karena panjang dan perlu biaya tinggi, pembuatan selokan itu belum bisa diselesaikan.

''Kami berharap pemerintah membantu mengatasi masalah ini. Yaitu, membuat selokan sepanjang sekitar 400 meter agar air tidak masuk permukiman,'' tambahnya

Kini Blawong dihuni sekitar 300 keluarga. Untuk menjangkau kawasan itu cukup sulit karena bermedan berat dan jarang ada angkutan umum. Dusun itu terletak sekitar 40 km arah utara Kota Temanggung. (nt-92e)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA