| Senin, 01 Nopember 2004 | BUDAYA |
Bila Ada Dua SavanaJAKARTA-Buntut lolosnya Savana, grup nasyid yang mewakili Semarang menjadi salah satu finalis atau kafilah Festival Nasyid Indonesia (FNI) di Indosiar, tampaknya menimbulkan polemik. Apa pasal? Di Jakarta ternyata juga ada sebuah grup nasyid yang bernama serupa, Savana. Atas dasar keberadaan dua nama yang sama dalam ranah musik yang sama pula inilah, Aditya Gumay, motor Savana Jakarta memberikan penjelasan kepada sejumlah wartawan. ''Banyak salah tafsir di kalangan masyarakat kebanyakan perihal keberadaan dua Savana,'' katanya setelah menjadi salah satu pengisi konser Ngabuburit di Pasar Seni Ancol, Jakarta, Sabtu (30/10). Menurut kreator Lenong Bocah dan pendiri grup Savana sejak Mei 2003 ini, kebingungan masyarakat terhadap keberadaan kelompoknya beralasan. ''Mereka berpikir kita adalah Savana yang ikut dalam Festival Nasyid Indonesia di Indosiar,'' katanya. Sehingga hal itu menjadi sebuah praduga yang kurang mengenakkan ketika album perdana mereka yang bertajuk Savana (2003) mulai beredar di pasaran. ''Kami telah mengirimkan sample lagu-lagu dalam album perdana Savana ke hampir 200 stasiun radio di Tanah Air. Dan tanggapan masyarakat hampir sama; mereka pikir kita Savana yang dari Semarang,'' kata Gumay yang tampak tidak dapat menyembunyikan keresahannya. Atas dasar inilah Gumay beserta personel Savana Jakarta seperti AB Utomo, Rico Djun, Sapta, dan Ardhana akan bersilaturahmi dengan pihak Indosiar dan pihak Savana Semarang. ''Bukan apa-apa, kami hanya mengingkan agar masyarakat tidak dirancukan dengan keberadaan dua Savana,'' katanya. Lantas apa yang akan dilakukan Savana Jakarta jika pihak Indosiar maupun Savana Semarang tetap bersikukuh dengan namanya masing-masing? ''Sebagai sebuah langkah penyelarasan apa yang kami lakukan adalah niat baik. Dan paling tidak semoga Savana dari Semarang pada saatnya akan menggunakan inisial FNI di belakang namanya,'' ujarnya. (G20-81) |