| Senin, 01 Nopember 2004 | BANYUMAS |
Usai Shalat Subuh pun Para Santri TadarusCILACAP - Banyak kegiatan bisa dilakukan santri untuk menambah pahala pada bulan Ramadan, misalnya memperbanyak membaca ayat suci Alquran. Itulah yang dilakukan santri di Pesantren Roudlatul Quran, Kelurahan Gunungsimping, Cilacap. Seusai shalat subuh, puluhan santri duduk berjejer rapi bertadarus. Udara pagi yang dingin itu pun dipenuhi lantunan ayat yang menyejukkan jiwa. Sekitar dua jam kemudian pemimpin pesantren mengisi kegiatan pengkajian tafsir Alquran untuk para santri. Setelah matahari agak tinggi, para santri berisitirahat dan melakukan kegiatan sehari-hari. Mereka bertadarus lagi setelah shalat zuhur dan asar. Sore hari menjelang berbuka mereka diberi pelajaran hadis. Tadarus mereka lakukan kembali setelah shalat tarawih. Saat seperti itulah biasanya banyak santri bertadarus sampai dini hari menjelang sahur. ''Setiap Ramadan tadarus menjadi kegiatan paling dominan di pesantren kami,'' kata Kiai Islahudin Hasyim, pemimpin Pesantren Roudlatul Quran. Dia menuturkan para santri tahu ganjaran membaca Alquran pada bulan Ramadan sangat besar. Apalagi puasa mereka pun menjadi lebih berarti jika diisi dengan membaca ayat suci. Kiai Hasyim menyatakan Ramadan kali ini pesantrennya dipilih kelompok pengajian di kawasan itu sebagai tempat bertadarus. ''Tidak heran jika setiap hari ruang pesantren dipenuhi santri dan anggota kelompok pengajian yang bertadarus,'' katanya. Selain itu, Pesantren Roudlatul Quran juga menjadi tempat bagi puluhan santri ''cabutan'' dari berbagai wilayah di Cilacap. ''Saat ini santri 'cabutan' lebih dari 25 orang. Mereka bukan santri reguler, melainkan orang yang belajar Alquran di pesantren kami selama Ramadan.'' Mengapa pesantren itu dipilih banyak orang untuk bertadarus pada bulan Ramadan? Kiai Hasyim tak tahu pasti jawabannya. ''Yang jelas sejak berdiri tahun 1992 banyak orang luar bertadarus di pesantren kami. Mungkin menjadi lebih khusyuk saja.'' Saat ini santri pesantren itu, kata dia, lebih dari 75 orang. Itu belum termasuk santri "cabutan" dan kelompok pengajian. (G21-86) |