| Senin, 01 Nopember 2004 | BANYUMAS |
Hansip Disiagakan di Titik RawanBANYUMAS- Personel pertahanan sipil (hansip) akan disiagakan di sejumlah titik rawan kecelakaan dan bencana alam di berbagai ruas jalan di Banyumas. Mereka akan membantu petugas gabungan yang dikoordinasi Polres dan Polwil untuk mengamankan kelancaran arus mudik. Titik rawan itu meliputi jalur Lumbir-Wangon, perbatasan Paguyangan (Bumiayu, Brebes) dan Pekuncen, kebun karet Krumput, Banyumas, dan pertigaan Kalibagor sebelum memasuki Pasar Sokaraja dari arah Yogyakarto-Purwokerto. Para hansip itu akan bergabung di empat pos pengamanan yang disiapkan kepolisian. Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Ketertiban, dan Perlindungan Masyarakat Hedi Oramanu, kemarin, menyatakan hansip itu kelak berjejer di sepanjang jalur rawan. Jika pada malam hari gelap, mereka bisa membantu pemudik, terutama pengendara kendaraan pribadi, hingga merasa aman di jalan. Dia mengemukakan di jalur Lumbir-Wangon (17 km) akan ditempatkan 22 orang. Jalur itu melintasi Desa Kedungede, Lumbir, Cidora, Karangayam, dan Parungkamal. Di jalur Krumput ditempatkan 10 personel dari Desa Karangrau (Banyumas) dan Pegeralang (Kemrajen). Dari setiap desa lima orang. Daerah itu tergolong rawan. Jika malam hari gelap, banyak tikungan dan tanjakan, serta ditebari para peminta-minta. ''Di jalur Pekuncen juga 10 personel dari Desa Kranggan. Mereka kami rekrut dari desa itu. Titik pengamanan di sekitar tikungan tajam sekitar masjid desa. Di pertigaan Kalibagor ada lima orang untuk mengamankan jalur alternatif ke Purwokerto, menghindari pasar tumpah Sokaraja.'' Dia mengatakan, mereka mulai ditempatkan minimal H-5 sampai H+5. Namun bisa saja lebih awal, misalnya H-7 atau H-10, mengikuti awal Operasi Candi dari kepolisian. Selama bertugas para hansip dibekali jas hujan, lampu kedip, alat telekomunikasi, dan sepeda motor. Fasilitas sepeda motor dan alat komunikasi dipegang koordinator atau pengawas. Mereka akan dibagi menjadi dua regu, pagi dan malam. Pemerintah juga menyiapkan honor dan perbekalan logistik pendukung. ''Untuk setiap tim kami siapkan seorang pengawas yang memobilisasi dari satu titik ke titik lain. Selain mengamankan arus mudik, mereka juga penghubung dan pemantau kejadian di luar kecelakaan seperti bencana alam tanah longsor dan banjir,'' ujar Hedi. Dia menyatakan jalur Lumbir-Wangon dari Gunung Sengkala untuk mengamankan arus mudik dari Jawa Barat yang hendak memasuki Purwokerto, Cilacap, atau langsung ke Yogyakarta dan Jawa Timur. Adapun pengamanan di Pekuncen untuk arus dari arah Jakarta dan pantura yang mengambil jalur selatan. Daerah itu memang tergolong rawan kecelakaan karena banyak tikungan tajam, pada malam hari gelap, jalan licin, dan rawan longsor saat hujan. Padahal, beberapa hari ini hujan deras menguyur sejumlah wilayah di Banyumas. (G22-86) |