| Senin, 01 Nopember 2004 | BANYUMAS |
Pos Keamanan di Stasiun Rawan CopetPURWOKERTO - Untuk membatasi ruang gerak penjahat, terutama pencopet selama masa angkutan Lebaran, di lima stasiun di Daop V Purwokerto didirikan pos keamanan. Kelima stasiun itu adalah Stasiun Kebumen, Gombong, Siderja, Bumiayu, dan Prupuk. ''Setiap Lebaran Daop V mendirikan pos keamanan di Stasiun Purwokerto, Kroya, dan Kutoarjo. Lebaran ini kami tambah menjadi lima stasiun,'' kata Kepala Seksi Opersional Daop V Drs Sukirman Denin, belum lama ini. Dia menyatakan setiap Lebaran banyak penumpang turun dan naik di kelima stasiun itu. Selama ini tak ada pos keamanan, sehingga rawan kejahatan, khususnya copet. Pengamanan selama masa angkutan Lebaran ditingkatkan. Hal itu untuk memberikan rasa nyaman dan aman pada pengguna jasa kereta api. Daop V tak ingin penumpang terganggu ulah pencopet di stasiun. Petugas pos keamanan di stasiun juga akan menertibkan pengasong dan pengamen yang mengganggu. Tak sedikit pengamen dan pengasong naik ke kereta dan memeras penumpang. Sebagai Jaminan Kepala Subseksi Keamanan dan Ketertiban Daop V Soedjono dan Pabin Polsuska AKP Sudarto mengemukakan para pengasong dan pengemen di atas kereta akan ditertibkan. Jika tak punya tiket mereka diwajibkan membayar tiket. Saat terjaring operasi pengamen biasanya naik kereta kelas bisnis atau ekonomi. Mereka naik dari Stasiun Purwokerto, Kroya, Gombong, Kebumen, atau Kutoarjo. ''Kalau tak bisa bayar, barang mereka seperti gitar kami sita sebagai jaminan. Jika punya uang bisa menebus. Namun tak satu pun dari puluhan pengamen dan pengasong yang tertangkap mengambil barang mereka,'' kata Soedjono. Petugas keamanan PT KA Daop V Purwokerto kewalahan menyimpan barang sitaan dari pengamen itu. Barang bukti berupa gitar berbagai ukuran itu kini menumpuk di gudang 3 X 2 X 5 m. Sudarto menuturkan selama ini petugas keamanan berharap penumpang yang jadi korban pemerasan pengamen atau pengasong bersedia melapor. ''Petugas kadang mendengar ada penumpang diperas. Namun karena tak ada laporan, mereka kesulitan melacak pelaku.'' (G23-86) |