| Senin, 01 Nopember 2004 | BANYUMAS |
Saat Mudik Jangan Ada Jalan BerlubangPURBALINGGA- Untuk menyambut pemudik, Bupati Drs H Triyono Budi Sasongko MSi menginstruksi DPUK memperbaiki jalan berlubang. ''Jangan sampai dari Jakarta-Purbalingga selamat. Namun sampai di Purbalingga, misalnya di Jalan AW Sumarmo, terjadi kecelakaan karena kejeglong lubang,'' katanya, kemarin. Dia juga meminta para camat mengecek kondisi wilayah masing-masing, terutama yang memiliki daerah rawan kecelakaan. Perlu pula mencermati apakah Purbalingga utara perlu tambahan rambu. Juga rambu peringatan di jembatan sempit. ''Cek pula kerawanan gesekan yang biasanya terjadi saat arus mudik. Rombongan pemudik yang naik kendaraan carteran di desa diadang tukang ojek agar menurunkan penumpang. Hal itu sangat merugikan. Karena itu muspika harus benar-benar memantau,'' katanya. Dia meminta camat memantau pengiriman wesel dari luar kota. Dengan harapan, kiriman uang itu cepat sampai ke alamat. Selain itu perlu kesiapan menghadapi bencana alam karena sekarang sudah turun hujan yang mungkin menimbulkan tanah longsor. ''Jangan sampai tanah longsor menghalangi atau menjadi kendala masyarakat pemudik. Jalan antarkota harus dijauhkan dari tanah longsor karena bisa menghambat perjalanan. Kita sudah punya buldoser siap pakai. Jika ada tanah longsor cepat diatasi. Daerah langganan banjir juga harus diantisipasi.'' Dia meminta pula Goa Lawa yang menjadi andalan penghasil pendapatan dipersiapkan sebaik mungkin, terutama pelayanan ke dan keamanan pengunjung. Saat warga pulang kampung hendaknya muncul kesan positif terhadap kondisi dan kemajuan Purbalingga yang kondusif, tertib, dan cantik. Jalan sudah baik, lampu sampai ke pedesaan sudah terang, tanaman tepi jalan pun terjaga. ''Pantau terus ketersediaan kebutuhan pokok seperti minyak goreng, telur, dan daging. Jika perlu lakukan operasi pasar. Khusus daging harus dipantau terus karena belum swasembada. Perlu cek dan pengecek ulang ke lapangan, termasuk oleh Muspida.'' (F10-86) |