logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 01 Nopember 2004 BANYUMAS
Line

Membaca Tumbuhkan Kearifan Diri

PURWOKERTO- Penyair Dharmadi menyatakan membaca memunculkan kearifan diri yang kelak membentuk sikap toleransi pada sesama. ''Saya ingin membangun minat baca kaum muda di sekitar rumah saya agar membaca jadi kebutuhan, bukan sekadar hobi,'' kata dia, kemarin, di sela-sela kesibukan membuat label buku koleksi Pondok Baca Budaya Merdeka.

Dia menuturkan dengan banyak membaca, wawasan seseorang makin berkembang sehingga dapat memahami orang lain. Pengetahuan dari berbagai macam bacaan membuat seseorang mampu membaca kehidupan. ''Setidaknya orang akan mencintai kehidupan alam dan seisinya.''

Dia mengemukakan Komunitas Kancah Budaya Merdeka yang berdiri pada 15 Agustus 1993 ingin memberikan sesuatu ke lingkungan berkait dengan pendidikan. Itulah sesuatu yang tak lepas dari aktivitas membaca secara tekstual dan membaca kehidupan yang bisa menciptakan kecerdasan. ''Kecerdasan meliputi intelektual, emosional, dan spiritual.''

Membaca, kata dia, menumbuhkan kemerdekaan. Namun tetap ada rambu yang berkait dengan budaya dan menghormati hak orang lain.

Kemerdekaan harus berbudaya, sehingga orang mempunyai kepercayaan diri, bukan untuk kesombongan. Ada etika dan saling menghomarti untuk membangun nilai-nilai kemanusiaan.

Koleksi di pondok baca itu meliputi majalah Basis, Horison, Tempo, Nova, dan buku-buku tentang kebudayaan. Untuk anak-anak dan remaja tersedia buku cerita, cerita wayang dan Ramayana, profil tokoh, majalah Kawanku, Aneka, Anida, Hello serta novel-novel populer. ''Kami juga menyiapkan program pengenalan menulis puisi dan cerpen,'' katanya. (Anton Soeparno-86)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA