| Kamis, 21 Oktober 2004 | SALA |
Pergantian Sutarno Belum Disetujui
KARANGANYAR - Pergantian MD Sutarno oleh Juliyatmono sebagai calon pimpinan DPRD Karanganyar dari Fraksi Partai Golkar (FPG), belum disetujui DPD Partai Golkar Jateng. Ketua DPD Jateng, HM Hasbi mengaku tidak tahu menahu soal itu. Dia berjanji akan mempelajari hal itu terlebih dahulu, sebelum mengambil keputusan. Menurut beberapa kalangan, pergantian MD Sutarno ke Juliyatmono dipenuhi berbagai kepentingan politik. Lagi pula, pergantian itu tidak memakai dasar hukum formal, dan tidak dilaksanakan pada rapat khusus partai, serta belum dikonsultasikan terlebih dahulu ke DPD Jateng. Rapat yang sebenarnya hanya membahas HUT Partai Golkar itu, tiba-tiba membahas pergantian calon pimpinan DPRD dari Partai Golkar. ''Jangan sampai, keputusan institusi (partai-Red) dimentahkan atau dikalahkan oleh kepentingan pribadi. Jika kepentingan pribadi yang menonjol, maka akan mengganggu stabilitas partai. Jika hal itu terjadi, partai akan labil,'' kata HM Hasbi ketika dihubungi Suara Merdeka, kemarin. Seperti diberitakan sebelumnya, MD Sutarno yang sebelumnya ditetapkan sebagai calon pimpinan DPRD dicopot dari pencalonan. Dalam pencalonan, dia yang kini sebagai ketua sementara DPRD digantikan Juliyatmono, yang baru beberapa hari terpilih sebagai ketua DPD Partai Golkar Karanganyar. Penggantian calon pimpinan yang dilakukan dalam rapat DPD itu, dituangkan dalam SK 64/Golkar II-27/X/2004. ''Tidak ada maksud politis, perubahan calon pimpinan DPRD dari Partai Golkar itu diambil berdasarkan kepada aspirasi yang berkembang di masyarakat belakangan ini. Keputusan itu mengikat bagi 13 anggota fraksi,'' kata Juliyatmono. Rusak Citra Partai Hasbi melanjutkan, selain akan merusak citra partai, pergantian calon pimpinan DPRD juga akan menyinggung perasaan calon sebelumnya. ''Kami tidak ingin kekompakan Partai Golkar di Jateng dan di setiap kota/kabupaten menjadi rusak karena ulah salah satu kader. Sekali lagi, jangan sampai kepentingan partai kalah dengan kepetingan pribadi.'' Sementara itu, beberapa anggota FPDI-P yang dihubungi secara terpisah membantah bahwa fraksinya pecah dalam pencalonan pimpinan DPRD. Sutarto DWN, Suwanto, maupun Lilik Pambangun, menyatakan bahwa fraksinya solid mendukung Sumanto sebagai calon pimpinan DPRD. Adapun Yubiharno yang dikabarkan minta rekomendasi DPD Jateng dalam pencalonan pimpinan, tetap diplot sebagai ketua fraksi. ''Kami tidak pecah, FPDI-P sepakat mengajukan Sumanto sebagai calon pimpinan DPRD,'' kata Sutarto DWN, yang juga wakil ketua sementara DPRD Karanganyar itu.(G8-85a) |