logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 21 Oktober 2004 SALA
Line

Kantor Panti Pidana Jadi Ruang Audio-Visual

KERATON SURAKARTA - Kantor kompleks rumah tahanan (rutan) atau sel bersejarah yang menyatu di dalam keraton tidak lama lagi akan disulap menjadi ruang audio-visual pendukung objek wisata setempat. Kini, kantor itu sedang dibersihkan, dipasangi satu set sound system dan layar audio agar bisa dioperasikan pada awal 2005.

"Untuk fasilitas pendukung objek wisata itu tidak sampai ke bangunan sel Panti Pidana kok. Kantornya saja yang dimanfaatkan, dan akan disulap menjadi seperti gedung bioskop. Gunanya untuk memberi penjelasan kepada wisatawan soal struktur bangunan yang ada serta sejarah singkatnya, sebelum pengunjung berkeliling," jelas Wakil Pengageng Parentah Keraton GPH Puger, menjawab pertanyaan Suara Merdeka, kemarin.

Dia menyebutkan, pada proses revitalisasi keraton, peningkatan sarana dan prasarana operasional objek wisata keraton menjadi prioritas utama. Sesudah renovasi sejumlah ruang museum dan pengembalian pintu masuk ruang seperti konstruksi aslinya, pihaknya juga menyiapkan beberapa tahap renovasi sarana dan prasarana secara menyeluruh.

Bersamaan dengan itu, lanjutnya, dibenahi pula sistem administrasi dan pengelolaan serta lalu lintas rute kunjungan agar semakin memberi kenyamanan dan materi yang banyak serta lengkap kepada pengunjung. Berkait dengan manajemen lalu lintas kunjungan, dibenahi pula pintu masuk dan pintu keluar serta taman parkir pengunjung.

Untuk Wisatawan

"Harapannya, para pengunjung di keraton kelak tidak hanya mendapat penjelasan dan melihat objek yang sepotong-sepotong. Kalau semua sudah tertata sempurna, pengunjung masuk di Alun-alun Lor dan keluar di Alun-alun Kidul. Tetapi setidaknya, awal 2005 itu sudah 70 persen dari keseluruhan aset yang layak dilihat publik bisa disajikan untuk wisatawan," jelasnya .

Khusus ruang audio-visual itu sangat penting untuk mendukung objek fisik koleksi yang ada kaitannya dengan unsur pendidikan dan sosialisasi nilai-nilai. Keberadaannya akan melengkapi perpustakaan mini, barang-barang bersejarah koleksi, serta forum dialog interaktif yang akan dibuka selama objek wisata keraton beroperasi.

Di tempat terpisah, koordinator tim teknis revitalisasi KP Edy Wirabhumi menyebutkan, pembangunan ruang audio-visual pendukung objek wisata itu merupakan tuntutan bagi keraton dalam upaya menggali sumber penghasilan. Sebab, sektor ini merupakan pos potensial untuk mendapatkan dana yang bisa menyokong keperluan biaya pemeliharaan dan pelestarian keraton.

Untuk itu, lanjutnya, perlu dibuat sarana fisik untuk keperluan itu yang sekaligus bisa menjadi objek tambahan pada rute kunjungan wisata. Di lokasi Panti Pidana yang sekarang sedang dibenahi, jalan menuju lokasi itu masih berupa kebun kosong yang ditumbuhi semak-belukar dan di sekitarnya ada beberapa bangunan yang retak karena terdongkel akar pepohonan. (won-92n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA