logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 21 Oktober 2004 SALA
Line

Puluhan Mahasiswa UMS Demo Penggunaan Jilbab

PABELAN - Puluhan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang didominasi perempuan, menggelar demo keliling kampus di kawasan Pabelan Solo, kemarin.

Sesuai dengan nuansa agamis pada Ramadan saat ini, mereka menyerukan penggunaan jilbab bagi wanita muslim. "Memakai jilbab bukan berarti kuno. Tapi, jilbab merupakan perhiasan sebagai umat Islam," teriak salah seorang mahasiswi melalui pengeras suara.

Para peserta aksi tersebut, merupakan gabungan sejumlah unit kegiatan mahasiswa di kampus setempat, seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UMS, Mentoring, Jamaah Masjid Faturrahman (JMF), dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).

Berbagai poster dipampangkan pada demo yang dikoordinasi Prima, mahasiswi Akper pada Fakultas Ilmu Kesehatan UMS itu. Di antara sejumlah poster bertuliskan "Jilbab adalah perhiasan dunia akhirat", "Siapa yang bilang pakai jilbab itu kuno", dan "Pamer aurat no, berjilbab yes".

Selain itu, para pendemo juga membawa bunga plastik yang sebagian dibagikan kepada para mahasiswa yang bukan peserta aksi.

"Bunga ini kami berikan kepada rekan-rekan mahasiswa sebagai tanda simpatik, sekaligus kami berharap agar mereka tergugah untuk bersikap dan berpakaian muslim. Jadi jangan hanya digunakan pajangan. Apalagi sekarang kan Ramadan," kata Prima.

Fenomena

Lalu bagaimana pandangan mereka terhadap penggunakan jilbab selama ini? Bagaimana pula penilaian mereka terhadap rekan-rekannya sesama mahasiswi di UMS?

Menurut Prima, fenomena yang ada sekarang adalah sebagian wanita menggunakan jilbab hanya sebagai formalitas. Misalnya, mereka mengenakan hanya saat di kampus, atau saat mengikuti mata kuliah yang memang mengharuskan mahasiswa berjilbab.

"Namun saat mereka di luar kampus, yah jilbab itu dilepas. Kami tidak tahu, apa maksud teman-teman bertindak demikian; tetapi yang jelas, nurani mereka belum tenang," ujarnya.

Apa komenter pimpinan UMS terhadap aksi tersebut?

Rektor Prof Drs H Dochak Latief yang dihubungi terpisah, secara tegas menyatakan mendukung aksi tersebut. Sebab, menurutnya, saat ini moralitas sebagian anak muda tidak cukup bagus.

"Sekarang sedang terjadi dekadensi moral. Maka kami mendukung, kalau ada mahasiswa yang menyerukan pengenaan pakaian muslim. Kami lebih senang menyebutnya dengan pakaian muslim," tandasnya.(D11-92a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA