logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 21 Oktober 2004 SALA
Line

Honor Guru Bantu Diusulkan Naik

  • Hari Ini Pendaftaran Diikuti 220 Orang

BALAI KOTA - Honor guru bantu yang besarnya berkisar Rp 475 ribu/bulan, mendapat sorotan dalam rapat koordinasi perekrutan yang digelar jajaran Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), beberapa waktu lalu.

Berawal dari kondisi itu, diusulkan agar honor guru bantu tersebut dinaikkan sehingga menjadi layak. Selain itu, mereka juga mengusulkan dalam seleksi guru bantu diprioritaskan guru tidak tetap, wiyata bakti, serta guru yang telah lama mengabdi.

"Dalam rapat koordinasi dengan jajaran Depdiknas, banyak kalangan yang mengusulkan honor guru bantu disesuaikan dengan penghasilan yang lebih layak lagi. Mereka juga mengusulkan agar rekruitmen guru bantu diprioritaskan untuk guru tidak tetap," kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), Drs H Kuswanto MM kepada wartawan, kemarin.

Dia menuturkan, dari kedua usulan tersebut hanya poin terakhir yang bisa direalisasi, yakni diprioritaskan kepada mereka yang telah mengabdi menjadi guru tidak tetap. Adapun untuk honor, masih belum dibahas lebih lanjut.

Menurut dia, digelarnya seleksi guru bantu dan guru CPNS adalah untuk meningkatkan status kalangan pendidik. Lantaran itu pula, dalam seleksi guru bantu dan guru CPNS, mereka yang telah mengabdi sebagai tenaga pengajar akan diprioritaskan.

"Kalau seleksi guru bantu, maka GTT dan wiyata bakti yang diprioritaskan. Tapi jika seleksi guru CPNS, maka guru bantu yang diprioritaskan. Dalam penilaian seleksi, mereka akan diberi bonus atau tambahan nilai," imbuh mantan kepala sekolah SMU Negeri 3 Surakarta itu.

Sementara itu, di tempat pendaftaran guru bantu di SMPN 12 terlihat puluhan pelamar berdatangan. Namun meskipun peminatnya tinggi, tidak terlihat antrean panjang. Pasalnya, banyak loket disediakan bagi pelamar.

Menurut Kuswanto, jumlah pelamar pada hari pertama kemarin sebanyak 220 orang . Diperkirakan, pada hari kedua pendaftaran yang jatuh hari ini akan mengalami peningkatan.

Ketua fraksi PDI-P , FX Hadi Rudyatmo yang meninjau proses awal seleksi CPNS di balai kota Surakarta, ketika diminta tanggapan mengemukakan perlu adanya pembatasan jumlah pendaftar untuk formasi CPNS dan guru bantu. Sebab, melihat kuota yang diterima -yakni sebanyak 306 guru bantu serta 335 CPNS-, diperkirakan akan sangat kontras jika dibanding jumlah peminatnya. Sehingga, agar tak semakin banyak yang kecewa, pelamar perlu dibatasi dengan memperpendek waktu pendaftaran.

Selain itu, dia juga menegaskan agar Pemkot selalu konsisten, meskipun perekrutan tersebut merupakan proyek Pusat.

"Sesudah semua berkas ujian diterima Pemkot, harus sesegera mungkin dikirim ke Pusat, karena katanya Pusat yang akan memproses. Saat pengumuman nanti, begitu dari Pusat turun, sesegera mungkin pula diumumkan. Jangan disimpan sendiri, karena menimbulkan kesan yang tidak baik," katanya. (G18-92a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA