logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 21 Oktober 2004 PANTURA
Line

Mantan Ketua Lelang Pengadaan Obat Diteror

BREBES - Mantan Ketua Panitia Lelang Pengadaan Obat senilai Rp 1,5 miliar, Hari Widodo, kemarin dihujani teror. Karyawan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Brebes itu diminta meralat pernyataannya di media massa.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Pengadaan Barang dan Jasa Indonesia (Aspanji) Saeful Fajar SE mengatakan, proses lelang pengadaan obat di Dinas Kesehatan memang ada kesan tertutup. Sebab, pihaknya selama ini juga tidak pernah menerima surat pemberitahuan tentang pelaksanaan lelang pengadaan obat.

''Mungkin jika kami diberitahu oleh panitia lelang, banyak rekanan lokal yang berminat mengikuti lelang itu,'' ungkapnya.

Dia tidak mengetahui persis adanya permainan di balik proses lelang proyek besar itu. Dia bisa mengiyakan karena panitia tidak memberitahukan lewat media masa lokal yang terkenal.

''Mereka memang mengumumkan di media masa Jakarta. Akan tetapi karena kami tidak tahu, jadi tidak ikut mendaftar,'' ujarnya.

Diminta Diulang

Menurut penuturannya, melihat gelagat proses yang samar-samar itu dia meminta Dinas Kesehatan tidak main-main dalam proses lelang ini. Jangan sampai, ini menjadi kasus kedua setelah pengadaan buku. Untuk itu, bilamana perlu pengguna anggaran mengulang kembali proses lelang dengan melibatkan rekanan lokal. Akan tetapi kalau mau dilanjutkan, itu menjadi hak panitia lelang.

Pada bagian lain, mantan Ketua Panitia Lelang Hari Widodo mengaku mendapat sejumlah pesan pendek (SMS) ke HP-nya yang berisi ancaman. Salah satunya berisi agar Hari segera mencabut pernyataan di koran.

Kalau tidak segera dicabut, mereka sampai Lebaran tidak bakal pegang uang. Hari mengaku sangat tertekan dengan ancaman tersebut. Akan tetapi, dirinya mengaku pasrah karena sudah menyatakan mundur dari ketua panitia lelang pengadaan obat. ''Saya hanya bisa berdoa agar teror tidak terbukti,'' kata Hari.

Darsono, Koordinator LSM Lembaga Pengembangan Agrobisnis Pedesaan (LPAP) mengungkapkan, LSM di Brebes sangat mendukung langkah Hari Widodo yang mundur sebagai ketua panitia lelang. ''Kami yakin ada pihak yang mengatasnamakan LSM untuk menakut-nakuti Hari Widodo,'' tandas Darsono.

Darsono menduga, ada oknum tertentu yang ingin mengambil keuntungan dari persoalan lelang yang tidak transparan.

Pengungkapan kebobrokan dalam prosedur lelang itu diduga merugikan oknum tersebut sehingga berulah meneror pihak yang berada dalam posisi benar.

Pada bagian lain, Darsono mendesak agar proses lelang pengadaan obat senilai Rp 1,5 miliar diulang dari awal. Sebab apabila tidak, akan menjadi preseden buruk bagi proses penegakan supremasi hukum.(wh-14j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA