| Kamis, 21 Oktober 2004 | PANTURA |
Seorang Ibu Gantung Diri
PEKALONGAN - Perbuatan nekat dilakukan Supeni (43), warga Desa Paweden RT 10 RW 5, Kecamatan Buaran pagi kemarin. Ibu dua anak tersebut gantung diri di salah satu blandar pintu rumahnya. Dari hasil penyelidikan di lapangan disimpulkan, korban meninggal bunuh diri dan tidak ada tanda-tanda penganiayaan. Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, yang kali pertama menemukan korban menggantung adalah Fadlan (45), suami korban pada pukul 06.30. Sebelum kejadian, seperti biasa karyawan Prismatek Pekalongan itu berangkat kerja pukul 22.00. Keesokan harinya, pukul 06.00 dia pulang. Namun saat itu dia mendapati pintu rumahnya dikunci dari dalam. Merasa lama menunggu, dia akhirnya mengetuk pintu dan memanggil Mujiono (20), salah satu putranya. Mendengar ada orang mengetuk pintu, Mujiono bergegas menuju pintu untuk membukakan. Selanjutnya, ayahnya masuk ke rumah menanyakan keberadaan ibunya. "Ibu dimana Nak, kok tidak kelihatan?" tanya Fadlan. Namun Mujiono pun tidak mengetahui ke mana ibunya pergi. Karena itu bapak dan anak tersebut mencari korban di sekitar lingkungan rumah. Betapa kaget Fadlan ketika melihat isterinya gantung diri. Dia seperti tidak percaya orang yang menggantung di hadapannya itu isteri tercintanya. Tak lama kemudian Mujiono datang dan melihat ibunya dalam kondisi seperti itu. Bapak dan anak ini spontan berteriak minta tolong. Namun, begitu para tetangga berdatang ke rumah korban, baik Fadlan maupun Mujiono sudah dalam keadaan pingsan. Para tetangga segera melaporkan kejadian itu ke Polsekta Buaran. Berdasarkan laporan tersebut, polisi dan tim medis puskesmas langsung menuju tempat kejadian. Jenazah korban kemudian diturunkan. Setelah pemeriksaan, disimpulkan korban murni bunuh diri.(H4-42i) |