logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 21 Oktober 2004 PANTURA
Line

"Setiap Hari Saya Dimarahi Terus"

KETIKA diperiksa oleh tim penyidik Polsekta Utara, Herman Sujarwoko (34), tersangka pembunuhan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kota Pekalongan, Sabtu (25/9) terlihat tenang. Setiap pertanyaan dari penyidik dia jawab dengan mantap dan penuh percaya diri. Namun, kadang-kadang jawabannya tidak sesuai dengan penyidikan di lapangan, sehingga membuat geram penyidik.

Misalnya, ketika salah satu anggota Reskrim Polsekta Pekalongan Utara menanyakan soal uang yang diambil dari tangan korban Tasmirah (46), warga Dukuh Boyongsari, Kelurahan Panjang Wetan, Kecamatan Pekalongan Utara. "Berapa uang yang kamu ambil setelah membunuh korban?" tanya anggota penyidik.

Ditanya seperti itu, dengan cepat Herman mengatakan bahwa dia hanya mengambil uang dari korban Rp 1,7 juta, selain itu tidak ada.

Tentu saja polisi tidak percaya, karena sebelum kejadian korban bermaksud membeli ikan di TPI. Untuk membeli ikan segar di pelabuhan, korban membawa uang lebih besar dibandingkan dengan uang yang dibawa tersangka.

"Kamu jangan bohong, tidak mungkin korban hanya membawa uang sebanyak itu. Pasti ada uang lagi yang kamu sembunyikan," ujar dia.

Namun, tersangka tetap pada pendirian bahwa dirinya hanya mendapatkan uang Rp 1,7 Juta dari tangan korban, karena sebelum pembunuhan, korban sudah membeli ikan.

Ketika ditanyakan motif pembunuhan, tersangka mengaku jengkel terhadap korban yang juga majikannya. Menurut dia, hampir satu minggu, dia selalu dimarahi. "Selama satu minggu, setiap hari saya dimarahi dengan kata-kata kotor," ungkap dia kepada petugas penyidik.(Moch Achid Nugroho-90e)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA