logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 21 Oktober 2004 PANTURA
Line

Bupati dan Muspida Bantu 19 Masjid

SLAWI - Tarawih hari kelima, Senin (18/10) malam lalu, di masjid Nurulhuda Desa Begawat, Kecamatan Bumijawa, terasa lain dibanding hari-hari sebelumnya. Karena malam itu hadir Wakil Bupati Tegal HM Hammam Miftah SAg MM segenap muspida, muspika dan pejabat teras pemkab, hadir untuk shalat tarawih berjamaah.

Kehadiran Wakil Bupati karena Bupati Tegal Agus Riyanto SSos MM berhalangan hadir, dan muspida dalam tarawih dan silaturahim (tarhim) di masjid tersebut, menurut H Moch Nur Makmun SH Mhum Kabag Sosial dan Mental Spiritual Pemkab Tegal, merupakan awal tarhim keliling di bulan suci Ramadan tahun ini.

Dalam tiap kunjungannya, ada rencana untuk menyempatkan diri untuk buka puasa bersama dengan warga setempat di sejumlah masjid. Bupati juga akan membantu dana operasional masing-masing masjid, diperkirakan sebesar Rp 2,5 juta.

Sesuai jadwal tarhim yang disusun Sekda H Moch Hery Soelistiyawan SH Mhum, bupati dan muspida bakal mengunjungi 19 masjid di 18 kecamatan yang tersebar di daerah itu. Satu kecamatan yang mendapat kunjungan dua kali, adalah Kecamatan Slawi.

Di tempat itu, bupati dijadwalkan melaksanakan tarhim, Sabtu (6/11) mendatang di Masjid Nuzulul Qur'an (depan Rumah Dinas Bupati-red), Kelurahan Slawi Kulon. Tarawih kedua di kecamatan tersebut dan merupakan tarhim keliling terakhir adalah di Masjid An'Nur, Dukuh Mingkrik, Slawi.

Sementara itu, saat tarhim di Masjid Nurul Huda Desa Begawat, Kecamatan Bumijawa, Wakil Bupati menyerahkan bantuan untuk masjid itu sebesar Rp 2,5 juta. Ditambah bantuan pendayagunaan dari Yayasan Umat Islam (Yaumi) untuk Madrasah Diniyah Wusto Miftahulhuda Desa Cempaka Rp 1.750.000. Kemudian bantuan pembangunan Masjid Baitul Muslimin Desa Pagerkasih Kecamatan Bumijawa Rp 1.250.000.

Sejumlah Agenda

Bupati Tegal Agus Riyanto SSos MM mengungkapkan, kegiatan tarhim yang telah disusun bakal dijadikan sarana penting untuk melakukan sosialisasi dan pengarahan terhadap sejumlah agenda pembangunan yang harus diselesaikan sejumlah desa yang dikunjungi.

Sebagai contoh, perlunya menggelar pilkades usai lebaran mendatang. Karena terlalu lama suatu desa dipimpin oleh Pjs Kades, tentu akan lebih baik jika dipimpin oleh kades definitif.

Apalagi masalah-masalah kekosongan kades di 15 desa yang tersebar di berbagai kecamatan, antara lain, banyak dipicu oleh masalah-masalah yang sebenarnya sepele. Atau kekurangpahaman warga terhadap aturan yang telah ditetapkan pemerintah.

"Ya bukan saja masalah-masalah yang menyangkut hukum dan pemerintahan, kita harapkan juga masukan-masukan masyarakat yang mengarah pada prioritas pembangunan," tutur Bupati Tegal.

Karena dalam tiap kunjungannya bupati akan menyempatkan diri membuka dialog (dengan cacatan melihat kondisi di lapangan-Red) dengan warga, maka rombongan yang dibawa selain anggota muspida, juga pejabat dan dinas terkait. Dengan harapan, pertanyaan atau keluhan warga yang perlu mendapat prioritas dapat segera memperoleh jawaban.(D12-14)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA