logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 21 Oktober 2004 PANTURA
Line

851 Angkutan Umum Disiagakan

  • Antisipasi Lonjakan Penumpang di Tegal

TEGAL- Sebanyak 851 angkutan umum yang terdiri atas bus antarkota antarprovinsi (AKAP/AKDP), mikrobus, angkutan kota, dan taksi disiagakan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang di Terminal Tegal.

Kendaraan yang disiagakan Subdinas Perhubungan Darat (Hubdar) Kota Tegal itu lebih banyak daripada Lebaran tahun lalu yang berjumlah 778 unit.

Kepala Subdin Hubdar Ir Nur Effendi mengatakan, penambahan kendaraan yang disiagakan di terminal itu terpaksa diterapkan mengingat Terminal Tegal masih menjadi sentra dari tiga daerah, yakni Kota Tegal, Slawi, dan Brebes.

"Ya, kami memperkirakan akan terjadi lonjakan penumpang mudik pada H-4 dan balik H+1. Berdasarkan estimasi kami, yang beroperasi ada 851 angkutan umum berbagai jenis, termasuk 25 taksi yang mulai beroperasi," ujarnya, kemarin.

Dia menjelaskan, angkutan yang disiagakan tersebut merupakan hasil dari pertemuan dengan pengusaha angkutan. "Dari enam perusahaan otobus yang ada di Kota Tegal mereka sanggup menambah kendaraan menjelang Lebaran mendatang."

Kondisi fisik beberapa bus yang dikerahkan sudah diperiksa. Hasilnya, hingga sekarang sudah 85% dari semua kendaraan siap beroperasi. Pada hari H kami optimistis kendaraan yang tersedia mampu mengantisipasi lonjakan penumpang," tambahnya.

Pemecah Kaca

Pemeriksaan kendaraan yang dilakukan Dishubdar, kata Nur Effendi, meliputi lampu penerangan, fisik mesin, sabuk pengaman, dan alat pemecah kaca (palu).

"Alat keamanan ini sangat mutlak bagi setiap bus. Untuk berjaga-jaga sewaktu-waktu terjadi kecelakaan, palu bisa digunakan untuk memecah kaca demi keselamatan penumpang," tandasnya.

Ketika ditanya mengenai daerah rawan macet, dia memaparkan, di sepanjang 13 km jalan raya Kota Tegal diprediksi arus lalu lintas berjalan lancar. Dia menegaskan, kendala kemacetan arus diprediksi hanya terjadi di satu titik, yakni di perempatan Jl Mayjen Sutoyo (depan Pacific Mal).

"Hal itu pun sudah diantisipasi dengan sistem buka-tutup. Artinya, sewaktu-waktu terjadi kemacetan arus yang dari barat bisa melewati jalur-jalur alternatif yang disiapkan," ujarnya. (G12-42e)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA