| Kamis, 21 Oktober 2004 | OLAHRAGA |
Kejuaraan Dunia Bulutangkis YuniorIndonesia Tidak Remehkan KanadaJAKARTA- Tim Indonesia tidak akan menganggap enteng Kanada, tim pertama yang akan dihadapi pada kejuaraan dunia yunior bulutangkis yang digelar di Richmond, Vancouver, Kanada mulai 21 Oktober ini. "Kita tidak akan menganggap enteng karena ini pertandingan pertama. Yang penting menang dulu," ujar asisten pelatih tunggal putri, Sandiarto yang mendampingi 12 pemain Indonesia di Kanada, Rabu kemarin. Meski belum dibuat draft pemain yang akan diturunkan untuk menghadapi Kanada, Sandiarto mengatakan pemain yang diturunkan pada pertandingan pertama Kamis (21/10) ini pukul 09.30 adalah pemain-pemain terbaik. "Ada kemungkinan pada tunggal putra diturunkan Markus Wijanu, sedang tunggal putri Fransisca Ratnasari. Untuk ganda, pasangan Muhammad Rizal/I Made Agung dan Gresya Polii/Heny Budiman di putri. Gresya juga akan bermain di campuran bersama Muhammad Rizal. Tetapi itu belum pasti, kita lihat kondisi terakhir," katanya. Dengan susunan pemain seperti itu, Sandiarto mengatakan, tim Indonesia berpeluang besar mencuri angka di nomor campuran, ganda putra dan putri. Bahkan di sektor tunggal pun terbuka peluang bagi pemain Indonesia. Soal kendala yang dihadapi para atlet dalam menyesuaikan diri dengan kondisi di Kanada, Sandiarto mengatakan hingga saat ini mereka dapat melakukan penyesuaian dengan baik dan tidak mengalami kesulitan apa-apa. Tak Ada Masalah "Tidak ada masalah, hanya udaranya cukup dingin 12 derajat celcius. Kondisi kesehatan mereka baik, anak-anak cepat melakukan penyesuaian," katanya seraya menambahkan bahwa tim Indonesia sudah mulai berlatih. Kejuaraan dunia yunior akan digelar dalam dua nomor yakni beregu pada 21-24 Oktober dan perorangan 25-30 Oktober. Ketua Bidang Pembinaan Prestasi dan Pelatnas, Icuk Sugiarto menargetkan semifinal untuk nomor beregu, sedang untuk perorangan tidak ada target khusus. Indonesia mengirimkan 12 pemain terdiri atas enam putra dan enam putri. Di sektor putra, I Made Agung, Achmad Rivai, Markus Wijanu, Ari Yuli Wahyu, Mohammad Rizal, dan Tommy Sugiarto. Putri Nitya Krishinda, Wiwis Meliyannam Yuan Kartika, Fransisca Ratnasari, Gresya Polii, dan Heny Budiman. (ant-77) |