logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 21 Oktober 2004 WACANA
Line

Surat Pembaca

UNS menuju BHMN

AD/ART UNS menuju BHMN tersusun. PR III menyatakan proses yang harus dijalani, manajemen UNS masih top dawn, karyawan justru pertanyakan kualitas SDM, rektor menilai infrastruktur, sarana dan prasarananya memang belum siap.

Toh kalau ingin maju harus melalui BHMN, berarti konsep baru akan diterapkan dalam serba ketidakpastian dan ketidaksiapan. Demikian cukilan berita di harian ini 2 dan 4 Oktober 2004. Kalau benar, ini betul-betul berita.

Betapa tidak, dunia yang canggih ini ada Iembaga perguruan tinggi setingkat UNS yang menghabiskan APBN bermiliar rupiah/tahun masih akan membentuk dan menerjuni sistem baru dengan manajemen by trial and error. Untuk itu saya ingin menyampaikan tanggapan sbb:

Saya setuju semua PTN dijadikatn BHMN yang katanya untuk menghidupkan persaingan bebas dengan pihak PTS. Namun konsepnya jangan seperti sekarang. Bila PTN dijadikan BHMN harus diarahkan pada pengurangan beban APBN, kemandirian dan profesionalisasi PTN dalam menciptakan SDM yang mampu bersaing dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Di antaranya, kaji segala kemampuan sistem dan prosedur kerja, reorientasi personil untuk diarahkan sesuai kemampuan. Menurut pengalaman, sulit mengubah paradigma pegawai yang sudah bekerja dengan usia di atas 40 tahun, mungkin salah satunya termasuk pensiun dini.

Buat Rencana Induk Kegiatan dengan semua kegiatan hersumber dari dana masyarakat termasuk gaji personil disertai angka target sasaran jelas, terukur dan terstruktur, baik secara kualitatif maupun kwantitatif.

Uji cobakan maksimum dua tahun, setelah itu stop semua biaya dari pemerintah termasuk gaji karyawan (dosen dan TU). Mungkin konsep ini terlalu berat. baik ditinjau dari PTN maupun masyarakat karena perhitungan biaya pendidikan perkapita mungkin meningkat.

Tetapi saya yakin tingginya biaya pendidikan tidak akan menjadikan masyarakat meninggalkan BHMN itu, bahkan mungkin akan mencarinva karena akan ditukar dengan tingginya mutu lulusan yang dihasilkan.

Drs H Marno

Jl Gemah Java I/4 Semarang

***

Pengemudi Main Pukul

Tanggal 18 Oktober 2004 pukul 08.21 WIB saat menunggu lampu merah ke hijau di perempatan Jl MT Haryono/Pasar Langgar Semarang, tanpa sengaja hendel rem motor saya menyentuh sedan hijau H 7844 .. Hal ini karena saya kehilangan keseimbangan dan miring ke sisi kiri akibat ban motor kempes. Tanpa saya duga pengemudinya turun dan menuduh saya sengaja menyenggol mobilnya seraya melayangkan tinju ke bibir saya sebelah kiri hingga berdarah. Dia habis memukul langsung pergi tanpa menjelaskan permasalahannya. Saya berharap pemakai jalan lainnya jangan sampai jadi korban berikutnya.

Disayangkan yang memukul adalah oknum aparat dan perbuatan itu tidak mendidik. Di samping sudah bukan zamannya lagi, aparat yang seharusnya mengerti aturan malah berlaku arogan. Seharusnya dia tahu segala sesuatunya bisa diselesaikan sesuai aturan bukannya dengan pukulan.

I Wayan Slamet

Pondok Raden Patah II Blok C/6 Sayung, Demak

***

''Menarik'' Bukan Kriteria Muri

Sdr Margana Wiryanto melalui rubrik Surat Pembaca 10 Oktober 2004, menyatakan kecewa sebab akhir-akhir ini rekor Muri tidak menarik bagi dirinya dan menganggap mudah untuk memperoleh pengakuan tersebut. Kami memaklumi beliau merasa tidak tertarik terhadap beberapa rekor Muri, sebab rasa tertarik pada sesuatu adalah subjektif dan kontekstual.

Sama halnya tidak semua orang mampu merasa tertarik pada maha karya kesenian seperti simfoni Beethoven atau lukisan Picasso, akibat tidak mampu memahami maknanya. Yang dianggap tidak menarik ternyata rekor seorang MC yang berhasil menulis buku tentang ke-MC-an.

Padahal ini justru telah menerima rekomendasi penulis terkemuka Arswendo Atmowiloto, sebagai prestasi perdana dan satu-satunya di Indonesia. Jelas rekor ini dihargai mereka yang mampu menghayati makna prestasinya, namun sama sekali ''tidak menarik'' bagi mereka yang tidak mampu menghayati.

Sadar bahwa rasa ''tertarik'' cuma subjektif, kontekstual dan nisbi, maka Muri memang tidak menggunakan ''daya tarik'' sebagai kriteria menentukan sebuah prestasi sebagai rekor. Syarat untuk diakui cukup berat yakni yang paling, perdana, unik dan langka.

Bagi yang menganggap memperoleh pengakuan Muri adalah mudah, seyogianya jangan hanya main tuduh, silakan mencoba mencalonkan prestasi dirinya. Sikap tidak sportif plus arogansi semacam itu mirip ketika Columbus berhasil memimpin armadanya berlayar sampai ke kawasan benua Amerika. Banyak mereka yang sama sekali tidak pernah berlayar menilai karsa akbar Columbus itu remeh dan mudah.

Paulus Pangka SH (Manajer Muri)

Jl Ki Mangunsarkoro 106, Semarang

***

Pengetahuan Praktis

Banyak orang tidak tahu cara membersihan anggota badan dari berbagai noda, di antaranya bila kena noda kunyit pada tangan. Caranya dengan air jeruk nipis yang gosok-gosokkan pada jari-jari yang terkena kunyit sampai bersih. Setelah itu bersihkan dengan sabun dan air seperti biasa.

Getah Nangka, Selain dibersihkan dengan minyak tanah, getah nangka juga bisa dilakukan dengan hand body merek apa saja. Caranya mudah yaitu oleskan hand body secukupnya pada tangan atau bagian yang terkena getah nangka. Gosok-gosokkan sampai bersih, bilas dengan air dan sabun. Tangan tidak terasa kering dan tetap lembut serta wangi.

Mengupas pisang mentah, getahnya berwarna biru kehitam-hitaman akan menempel pada tangan. Tips untuk menghindarinya yaitu dengan cara, saat mengupas pisang sambil celupkan pada baskom yang berisi air. Maka tangan akan terbebas dari getah.

Ampas kelapa untuk kulit bersisik. Caranya mudah yaitu dengan menggosok ampas kelapa pada tangan atau kaki yang kering bersisik. Biarkan sampai kering selama 15 menit. Setelah itu bersihkan dengan air. Lakukan setiap hari untuk mendapatkan kulit halus mulus tanpa bersisik.

Membuat nasi lebih pulen, Jika ibu-ibu memasak nasi, kadang terasa keras jika nasi sudah dingin. Semua tergantung jenis beras yang dimasak. Namun ada cara agar nasi dari beras yang mutunya kurang baik menjadi iebih pulen.

Caranya dengan memberi alas daun pisang muda pada sarangan dandang/subluk pada saat dikukus. Maka, nasi pun akan terasa pulen dan enak dinikmati.

Menumbuk tumbar agar cepat halus. Tumbar merupakan bumbu masak yang agak sulit menjadi halus jika ditumbuk/diulk. Namun ada tipsnya yang mudah yaitu, tumbar ditumbuk paling awal dengan lebih dulu diberi air 1/2 sendok. Setelah itu diulek seperti biasa, baru tumbuk bumbu lainnya, masukkan garam secukupnya. dan lanjutkan hiingga halus.

Sumiyati

Entak Pranji 13 Rt 2/Rw 4 Ambal, Kebumen 54392


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA