| Kamis, 21 Oktober 2004 | NASIONAL |
SOSOKKecele SMS UsilMenteri Agama Said Agil Husin Al Munawar sempat mendatangi rumah SBY. Sebab, kabarnya dia mengaku menerima SMS untuk mengikuti seleksi calon menteri. Dia datang ke kediaman SBY di Puri Cikeas Indah, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat, pukul 14.45, Selasa (19/10). Kehadirannya mengundang perhatian wartawan yang berjaga untuk mencegat para calon menteri. Melihat kedatangan Said, beberapa wartawan langsung menyerbunya dan bertanya apa keperluan dia datang sehari menjelang pelantikan SBY sebagai presiden. ''Ada apa?'' tanya wartawan. "Mau bertemu Pak SBY," kata Said. ''Terkait pemanggilan calon menteri?'' tanya wartawan lagi. "Ya nanti saja habis pertemuan," kata Said. Dia pun masuk ke dalam rumah SBY lewat pendapa seperti layaknya calon menteri lainnya. Dia mengenakan setelan jas biru tua dengan peci hitam sambil menenteng map kuning. Pada umumnya calon menteri yang datang mengenakan kemeja batik dan menenteng map biru berisi curriculum vitae. Tapi hal itu tidak berlaku mutlak. Senin malam beberapa calon menteri tidak mengenakan kostum dan atribut seperti itu, seperti Freddy Numberi yang mengenakan jas, Fahmi Idris pakai baju koko, Rachmat Witoelar mengenakan kemeja kotak-kotak. Selasa siang Yusril Ihza Mahendra pakai kemeja putih. Melihat ada perubahan kostum, wartawan menduga Said merupakan salah satu calon menteri. Padahal, dia dikenal sebagai loyalis Mega. Saat Said datang, SBY sedang menyeleksi calon menteri, yakni Yusril dan MS Kaban. Said pun menunggu cukup lama di teras samping rumah SBY. Pukul 16.00 ada jumpa pers oleh Dino Pati Jalal dan Andi Mallarangeng mengenai hasil seleksi. Rupanya Said diam-diam meninggalkan rumah SBY. Dia tidak melalui pintu pendapa seperti pada saat datang, tetapi melalui pintu gerbang utama rumah SBY. Mobil dinasnya, Toyota Camry hitam, yang semula diparkir di pinggir jalan, masuk ke halaman saat jumpa pers masih berlangsung. Wartawan yang menanyakan maksud kehadiran Said ke Andi hanya mendapat jawaban bahwa Said bersilaturahmi. Saat berbuka puasa, salah seorang staf SBY yang keberatan disebut namanya mengungkapkan, dirinya bertugas menemani Said menunggu waktu bertemu SBY. Said mengaku menerima SMS untuk datang ke rumah SBY Selasa guna mengikuti seleksi calon menteri. Kontan saja staf itu merasa kaget, karena nama Said tidak ada dalam daftar. Staf itu mengonfirmasikan hal tersebut kepada SBY. "Ya sudah, nanti saya temui," kata SBY seperti dikutip staf tersebut. Pertemuan SBY dengan Said berlangsung kurang dari lima menit. Staf itu mengaku tidak tahu apa yang dibicarakan. Hanya pada saat di ruang tunggu, Said sempat menjadi bulan-bulanan tim sukses SBY yang seliweran di depannya. "Lo kok ada menterinya Mega di sini, ada apa," kata seorang tim sukses SBY. Saat menanggapi hal itu, Said hanya cengar-cengir. "Jangan-jangan dia melamar jadi menteri arkeologi," kata salah seorang tim sukses lainnya berseloroh, merujuk pada aksi Said yang pernah 'mencari harta karun' setelah seorang ulama mengaku mendapat wangsit ada harta peninggalan Soekarno di Batutulis Bogor untuk membayar utang negara. Menurut pengakuan para calon menteri yang mendatangi rumah SBY, mereka mendapat panggilan melalui telepon oleh Sudi Silalahi, yang sering disebut-sebut sebagai sekretaris pribadi SBY, kemudian disusul surat resmi melalui faksimile. Jadi, tidak ada panggilan melalui SMS. SBY pun sebelumnya sudah mewanti-wanti agar jangan tertipu makelar menteri yang beraksi melalui telepon ataupun SMS. (dtc-83t) |