logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 21 Oktober 2004 NASIONAL
Line

"Hati-hati Konsumsi Daging"

SEMARANG-Mendekati Lebaran, Natal, dan Tahun Baru 2005, masyarakat Jateng diminta lebih berhati-hati dalam mengonsumsi daging dan ayam. Sebab, mendekati perayaan tiga hari besar itu diprediksi makin banyak daging gelonggongan dan daging ayam bangkai beredar di pasaran.

''Saat ini banyak daging gelonggong yang beredar di pasaran, khususnya di pasar-pasar tradisional. Masyarakat perlu lebih waspada,'' ungkap Kepala Subdin Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Jateng P Edison Ambarura saat dengar pendapat dengan Komisi B DPRD Jateng, di ruang rapat Komisi B, Rabu (20/10).

Hanya, dia tidak bisa memerinci daerah-daerah yang menjadi pasaran daging gelonggong dan ayam bangkai tersebut. Dia juga tidak bisa menyebutkan asal peredaran daging itu.

Dalihnya, dia baru tahu ada daging itu melalui pemberitaan di sejumlah media massa.''Yang jelas daging itu beredar di pasar-pasar tradisional,'' ujarnya.

Untuk mengawasi peredaran daging gelonggong dan ayam bangkai, Disperindag bersama instansi terkait terus melakukan pengawasan. Sebulan sekali pihaknya melakukan operasi di pasar-pasar. Khusus menjelang Lebaran, Natal, dan Tahun Baru, intensitasnya ditingkatkan.

Kendati Disperindag telah melakukan pengawasan, masyarakat diminta tetap waspada. Pengawasan dipandang tidak hanya menjadi tanggung jawab Disperindag, tetapi menjadi tugas bersama. Dia juga meminta para pedagang untuk menjual daging yang benar-benar bagus dan segar.

Kepala Bulog Divre Jateng Sutono memastikan stok beras di Jateng mencukupi hingga Lebaran, Natal, dan Tahun Baru. ''Hingga kini Bulog Jateng tercatat masih memiliki stok 421.000 ton beras.''

Jateng, katanya, tidak perlu impor beras sampai Tahun Baru nanti karena stok masih mencukupi. Dia juga menjamin selama perayaan hari raya itu harga beras di pasaran tidak akan naik. Meskipun ada kenaikan, secara nasional hanya berkisar 15%.

Namun kendalanya menyangkut distribusi. Pihaknya sedang mengupayakan distribusi agar beras benar-benar bisa sampai pada konsumen. Salah satu caranya dengan memotong mata rantai distribusi agar bisa sampai ke tangan konsumen lebih cepat.(G1-58t)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA