logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 21 Oktober 2004 NASIONAL
Line

Polri Pastikan Adrian di Singapura

  • Berencana Serahkan Diri

JAKARTA - Kadiv Humas Polri Irjen Paiman memastikan, Adrian Waworuntu, buron polisi karena menjadi tersangka pembobol BNI, berada di Singapura. Kepastian itu diperoleh dari daftar penumpang pesawat. Untuk itu, Polri tengah mengupayakan kepulangan Adrian ke Indonesia.

"Kita dapat memastikan dari daftar penumpang pesawat Los Angeles AS ke Singapura dan hasil wawancara dengan RCTI," jelas Paiman, kemarin (20/10).

Paiman mengaku belum mengetahui apakah Adrian benar-benar akan menyerahkan diri ke kepolisian usai pergantian pemerintahan. "Kita belum terima secara resmi," kata Paiman.

Sebelumnya Adrian mengatakan, dalam waktu dekat dirinya akan datang ke Mabes Polri untuk mempertangggungjawabkan perbuatannya. Kepastian penyerahan dirinya ke Mabes Polri akan dilakukan setelah 20 Oktober. "Saya harus diserahkan ke Kejati 17 September 2004, sedangkan pemilu 20 September. Saya sebelumnya sudah tahu itu (penyerahan ke Kejati) akan dipublikasikan sebagai prestasi terakhir pemerintahan sekarang. Saya jadi komoditas politik, saya tidak mau."

Paiman juga mengatakan, kesulitan untuk menghadirkan Adrian ke Kejati DKI Jakarta karena Indonesia hingga kini tidak memiliki perjanjian ekstradisi dengan pemerintah Singapura. "Salah satu masalah yang dihadapi karena Indonesia tidak memiliki perjanjian ekstradisi dengan pemerintah Singapura.

Kalau memang dia tidak bersalah, mengapa takut. Pihak kepolisian akan mengupayakan Adrian bisa dibawa kemari dengan berbagai pendekatan kepada pihak Singapura. Segala macam cara agar dia mau kemari," kata Paiman.

Kapolri Jenderal Da'i Bachtiar mengatakan, saat ini Polri tengah menjalin kerja sama dengan kepolisian Singapura untuk mengejar dan menangkap tersangka kasus pembobolan BNI senilai Rp 1,7 triliun tersebut.

Ketika itu, jelasnya, Adrian diduga memang menuju Singapura. Setelah diketahui bahwa yang bersangkutan memang berada di Singapura, Polri bekerja sama dengan kepolisian Singapura untuk menangkapnya.

"Kita juga mengimbau keluarganya agar Adrian lebih baik mempertanggungjawabkan perbuatannya ke publik daripada harus menjadi pelarian."

Ketika ditanya mengenai informasi bahwa Adrian Waworuntu mau kembali ke Indonesia setelah pergantian pemerintahan, Kapolri mengatakan, pihaknya belum mendengar soal itu. "Tetapi terserah saja, yang penting bagi kami, para penegak hukum, dia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di NKRI, itu yang paling baik," katanya.

Seperti diketahui, Adrian yang menjadi buron, Rabu (20/10) ini tiba-tiba muncul di RCTI. Dalam wawancaranya eklusif di Buletin Siang, Adrian menyatakan akan mendatangi Mabes Polri untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Buron itu akan mendatangi Mabes Polri setelah 20 Oktober. (bu-83n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA