logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 21 Oktober 2004 BANYUMAS
Line

Masjid Megah di Kawasan Terminal Bus

SUASANA di kawasan Terminal Bus Purwokerto pada Ramadan ini berbeda. Karena, di pojok perempatan Jalan Gerilya-Jalan S Parman di utara terminal berdiri masjid megah. Masjid berarsitektur Timur Tengah itu kini dalam proses penyelesaian akhir.

Banyak orang terkesan melihat kemegahan tempat ibadah itu. Apalagi pada sore hari, saat matahari tenggelam dan di kaki langit muncul mega kemerahan. Saat itulah menara dan kubah masjid tampak lebih indah.

''Masjid itu seperti lukisan di atas kanvas,'' kata Mila, seorang warga masyarakat, saat melewati masjid itu menjelang magrib.

Meski belum jadi, masjid di atas tanah 500 m2 itu sudah dikunjungi banyak orang untuk shalat lima waktu dan tarawih. Namun karena belum selesai, masjid itu pun belum diberi nama.

Ketua Yayasan Al Irsyad Al Islamiyah Purwokerto, Nasir Abdullah, kemarin, menyatakan masjid itu diwakafkan oleh seorang warga Purwokerto yang kini tinggal di Arab Saudi. ''Orang itu meminta namanya dirahasiakan.''

Dia menuturkan setelah menerima dana wakaf, Al Irsyad membangun masjid tiga lantai. Tempat shalat adalah lantai I dan II. Lantai III untuk tempat parkir.

Tempat shalat sekitar 1.000 m2 dapat menampung sekitar 650 orang.

Bukan cuma wakif, pemberi wakaf, yang meminta namanya tak disebutkan. Berapa dana yang dikeluarkan untuk membangun masjid pun dirahasiakan. ''Itu amanah yang diberikan pada kami.''

Desain Khusus

Dia mengemukakan pembangunan masjid itu membutuhkan banyak biaya.

Sebab, rumah ibadah itu akan dilengkapi ornamen kaligrafi, tata suara, dan interior indah. Menaranya akan dipasangi art glass berlampu warna-warni. ''Kelak dari kejauhan warna lampu itu tampak.''

Jika melewati Jalan Gerilya dan melihat keindahan masjid itu, Anda pasti kagum. Keindahan arsitekturnya menarik perhatian orang agar mengingat Allah.

''Kami memilih lokasi ini karena di sini tak ada masjid. Lagipula orang-orang pun tahu di sini banyak ures,'' ujarnya sambil tersenyum.

Karena berada di tempat strategis, yaitu di satu sisi perempatan Jalan Gerilya, dan lahan terbatas, pengurus Al Irsyad membuat desain khusus.

Mereka menonjolkan ciri khas arsitektur Timur Tengah berupa menara dan kubah. Dari arah timur Jalan Gerilya, menara masjid tampak menjulang megah.

Masjid itu tak mempunyai pelataran parkir. Lokasi parkir tetap ada, tetapi di lantai III.

''Karena tak ada halaman kelihatannya kurang asri,'' kata Budi Hartono, warga yang tinggal tak jauh dari masjid itu. (Khoerudin Islam-86)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA