logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 21 Oktober 2004 BANYUMAS
Line

Bajing Loncat Beraksi 18 Dus Kacang Raib

BANYUMAS - Komplotan bajing loncat kembali beraksi di jalur selatan Kabupaten Banyumas. Truk E-8678-VA bermuatan kacang tanah milik pengusaha Wiwi Moga Gianto (36), Jalan Penatusan Purwokerto, mereka "garap" dan 18 dus pun raib.

Kacang yang sudah dikuliti itu diketahui raib ketika truk tiba di Purwokerto. Pekerja yang hendak menurunkan muatan mengetahui terpal penutup robek 1,5 m. Ketika dicek ternyata 18 dus kacang seberat 450 kg raib. Wiwi didampingi saksi Teguh (37), pengemudi truk, kemarin pagi melapor ke Polres Banyumas. Dia merugi Rp 4,5 juta.

Kapolres Banyumas AKBP Drs Erwin Triwanto menyatakan modus penjahat itu sama dengan kasus serupa beberapa waktu lalu. Dalam sebulan bajing loncat sudah beraksi tiga kali di Banyumas. Sebelumnya terjadi di Lumbir dan Cindaga.

''Truk dipepet kendaraan komplotan bajing loncat. Beberapa orang naik ke atas truk merobek penutup dan mengambil sebagian muatan.''

Saat beraksi bajing loncat itu dari atas truk melemparkan barang jarahan ke kendaraan yang terus memepet truk sasaran. Ketika truk E-8678-VA meluncur kemarin dini hari dipepet kendaraan lain. Pengemudi truk tak tahu ada komplotan bajing loncat menjarah muatan.

Lokasi pasti penjarahan itu tak diketahui. Kacang tanah itu diambil dari Solo. Saat pulang ke Purwokerto melalui jalur selatan, yakni dari Solo ke Yogya. Jalur selatan rawan bajing loncat dari Tambak, Sumpiuh, Kemranjen, Rawalo, Wangon, Lumbir, hingga perbatasan Jateng-Jabar.

Aksi bajing loncat beruntun itu membuat Kapolres Banyumas menerjunkan empat tim gabungan bersenjata lengkap untuk berpatroli jam di jalur selatan dan jalur lain yang rawan kejahatan. ''Ini tim khusus untuk menumpas kejahatan di jalan. Tim akan menembak di tempat penjahat yang beraksi di jalan.'' (G23-86)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA