logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 21 Oktober 2004 BANYUMAS
Line

Nelayan Gembira Bakal Dapat Ganti Rugi

CILACAP - Nelayan Cilacap gembira bakal menerima ganti rugi dari pemilik kapal tanker MT Lucky Lady melalui Protective and Identive Insurance (P & I), penjamin asuransi kapal tersebut. Mereka menyatakan ganti rugi itu akan membantu memenuhi kebutuhan menjelang Idul Fitri.

''Kami bersyukur negosiasi selesai dan bakal mendapat ganti rugi,'' kata Misban AP, Ketua Kelompok Nelayan Pandanarang Cilacap, kemarin.

Dia menyatakan nelayan berharap pencairan ganti rugi dari rekening tim Penyelesaian Dampak Pencemaran Laut oleh MT Lucky Lady di Perairan Cilacap ke Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Cilacap tak terlalu lama.

''Meski ada ketentuan paling cepat dua hari dan paling lambat tujuh hari setelah penandatanganan kesepakatan, kami berharap pencairan ganti rugi tak waktu terlalu lama,'' katanya.

Simon Dominggos, nelayan dari Pelabuhan Perikanan Samudra Cilacap (PPSC), menyatakan makin cepat uang sampai ke tangan nelayan kian baik. ''Saat ini nelayan butuh uang. Selain tangkapan ikan belum terlalu bagus, kami juga menghadapi peningkatan kebutuhan menjelang Lebaran,'' katanya.

Dia mengemukakan total ganti rugi untuk nelayan Rp 14 miliar sudah tepat. ''Itu diukur dari akibat pencemaran yang tak separah pencemaran oleh kapal King Fisher tahun 2000. Saat itu pencemaran lebih parah dan terjadi di wilayah lebih luas.''

Para nelayan juga berterima kasih pada HNSI Cilacap yang memperjuangkan ganti rugi dari pemilik kapal berbendera Republik Malta itu.

Sementara itu, Ketua HNSI Atas Munandar sampai berita ini diturunkan belum dapat dimintai komentar. Sumber di HNSI mengatakan, kemungkinan besar sistem yang digunakan untuk membagi uang ganti rugi ke nelayan tak berbeda dari pembagian ganti rugi dari pemilik kapal King Fisher. ''Uang ganti rugi akan diserahkan pada 18 rukun nelayan. Rukun nelayan kemudian membagikan uang itu ke nelayan,'' kata sumber itu. Dia menuturkan kepastian soal sistem pembagian ganti rugi baru diketahui setelah HNSI mengadakan pertemuan.

Saat ini nelayan anggota HNSI 33.341 orang. Merekalah yang akan mendapatkan ganti rugi.

Kapal MT Lucky Lady, 10 September, menabrak batu karang di alur masuk Pelabuhan Cilacap. Minyak mentah yang dimuat kapal itu mencemari perairan Teluk Penyu dan Benteng Pendem, sehingga nelayan tak dapat melaut. (G21-86)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA