logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 21 Oktober 2004 BANYUMAS
Line

Beredar 0,5 Ton Daging Glonggongan

PURWOKERTO- Daging sapi glonggongan saat ini masih dijual bebas di sejumlah pasar di Banyumas. Dalam pantuaan Dinas Peternakan, daging berwarna keputih-putihan itu paling banyak dijual di Pasar Wage.

Kepala Subdinas Peternakan Ir Sugiatno, kemarin, menyatakan di Pasar Wage ada 0,5 ton lebih daging glonggongan. Adapun di pasar tradisional lain berkurang. ''Daging itu masih dijual bebas. Daging sapi bercampur air (yang diminumkan sebelum hewan disembelih-Red) itu dari Boyolali,'' ujarnya.

Daging itu lebih cepat membusuk. ''Jika langsung dimasak mungkin tak terlalu berbahaya. Namun jika agak lama bisa membahayakan kesehatan.''

Daging itu dijual murah secara terbuka. Selisih harganya sekitar Rp 4.000 dari harga daging segar. ''Karena belum ada larangan kami hanya bisa mengimbau dan meminta pedagang tak menjual daging itu,'' ujar Giatno.

Untuk mencegah peredaran lebih luas, timnya setiap hari memantau ke sejumlah pasar. Pengawasan dilakukan di pusat penjualan daging seperti Pasar Wage, pasar tradisional lain, dan tempat pemotongan hewan Mersi (Purwokerto Timur), Ajibarang, dan Cilongok.

Sementara itu, beberapa hari ini harga bahan pokok di sejumlah pasar cenderung naik. Kenaikan paling menonjol adalah harga daging sapi dan kambing. (G22-86)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA