logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 21 Oktober 2004 BANYUMAS
Line

Truk Hantam Carry dan Mobil Boks

  • Satu Orang Tewas

PURBALINGGA- Tabrakan maut terjadi di ruas jalan raya Purbalingga-Bobotsari, Desa Brobot, Kecamatan Bojongsari, kemarin.

Tabrakan antara truk, Suzuki Carry, dan mobil boks itu menyebabkan seorang meninggal dunia. Namun lalu lintas tak sampai macet karena kecelakaan terjadi sekitar pukul 05.00.

Joko Mulyantoro (52), warga Bobot, menuturkan peristiwa itu terjadi seusai shalat subuh. Saat itu turun gerimis sehingga tak ada warga berada di luar rumah. Benturan sangat keras menyebabkan warga berbondong-bondong keluar.

Sopir truk, Sutrisno (26) warga Desa Siwarak, Kecamatan Karangreja, mengakui mengemudikan truk pasir R-9470-DC dari utara dalam kecepatan sedang. Tiba-tiba dari arah berlawanan melaju Suzuki Carry R-7291-BC yang menyalip mobil boks H-1814-HH yang dikemudikan Slamet Haryadi (29), warga Tipar Baru, Purwokerto.

Sutrisno berniat mengerem. Namun truk selip sehingga oleng. Bak truk bagian kanan menghantam bagian depan Carry sehingga sopir Hendro Pranoto (35), warga Desa/Kecamatan Bojongsari luka parah tergencet dashboard. Truk berhenti setelah menabrak mobil boks yang menepi.

Menyerahkan Diri

''Warga menolong korban yang saat itu masih hidup. Namun dia meninggal setiba di RSUD Purbalingga. Setelah menabrak, sopir truk menyerahkan diri ke Satlantas. Sopir mobil boks selamat. Demikian pula istri Hendro, Ny Rosita (30), dan kedua anaknya, Mundar (10) dan Anung (8). Ketiganya duduk di kursi tengah,'' kata Kasatlantas AKP Asyhad Megah Pribadi, didampingi Kanitlaka Bripka Nur Iman SH, kemarin.

Sejumlah warga menuturkan di ruas jalan Desa Brobot sepanjang 1 km rawan kecelakaan. Kecelakaan biasanya terjadi saat gerimis, karena kendaraan selip. Selain lurus, jalan beraspal hotmix itu sempit. Korban luka ringan, luka parah, dan meninggal akibat kecelakaan cukup banyak.

''Lampu penerang jalan sudah memadai. Namun karena jalan sempit, kendaraan besar lebih sering melaju melebihi marka jalan jika sepi. Mungkin sebaiknya di sini dipasang rambu yang mengingatkan pengemudi bahwa jalan sempit dan licin saat gerimis serta sering terjadi kecelakaan sehingga mereka hati-hati,'' kata Joko (48), warga Bobot.

Gatot (24), warga lain, menuturkan wilayah rawan kecelakaan itu dikenal cukup angker. ''Teman saya pernah melihat iring-iringan bebek panjang sekali menyeberangi jalan. Dia menghentikan truknya. Iring-iringan itu baru hilang ketika terdengar azan subuh. Anehnya, teman di sebelahnya tak melihat iring-iringan itu.'' (F10-86)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA