logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 19 Oktober 2004 SALA
Line

Ibadah Puasa Membentuk Kita Berbudi Luhur

WONOGIRI - ''Puasa membentuk kita menjadi orang bertakwa dan berbudi luhur,'' ujar Drs H Yazid Alba MSi saat memberikan ceramah dalam putaran shalat tarawih keliling (tarling) dinas dan instansi pemerintah, Minggu malam (17/10) di Wisma Departemen Agama (Depag) Kabupaten Wonogiri.

Saat berceramah pada putaran tarling malam keempat dengan penanggung jawab Bank BNI, Yazid, membawakan topik ''Bulan Ramadan Membentuk Budi Luhur.'' Di hadapan sekitar 500 umat, dia menyatakan, dengan menjalani ibadah puasa Ramadan, budi luhur umat Islam akan terbentuk lewat ketakwaannya dan amal saleh serta amalan-amalan lainnya yang diperbanyak selama Ramadan. Dalam kesempatan itu, Asyhadi SH bertindak sebagai imam shalat.

Untuk putaran tarling malam kelima, Senin malam (18/10) digelar di aula Kantor Dinas Pertanahan Kabupaten Wonogiri dengan penanggung jawab Badan Pertanahan Nasional (BPN). Kegiatan itu menampilkan imam Drs Jaenudin dan penceramah Subandi Pr SPd yang membawakan topik ''Berlomba-lomba Menggapai Pahala Ramadan.'' Sebelumnya, pada Sabtu malam (16/10) lalu, digelar putaran tarling ketiga di Wisma Depag dengan imam Drs Rohmad MSi dan penceramah Drs Suyanto.

Agenda tarling Bupati H Begug Poernomosidi SH bersama Muspida dan pejabat, Minggu (17/10) malam, berlangsung di Kecamatan Paranggupito (sekitar 65 km selatan kota Wonogiri). Adapun putaran keempat tarling Bupati, Senin (18/10) malam, dilaksanakan di Kecamatan Batuwarno.

Sementara itu Pimpinan Daerah (PD) Pemuda Muhamadiyah Wonogiri Drs Sudirman MQ, dalam dialog interaktif dengan bahasa Jawa yang diudarakan Radio Gajah Mungkur (RGM) Ngadirojo Kabupaten Wonogiri, menyatakan, ibadah puasa dapat dijadikan sarana ta'arub (mendekat) kepada Allah swt. ''Perlu dipun mangertosi, ngibadah pasa ingkang saged kangge sarana ta'arub dumateng Gusti Allah, inggih meniko pasa-pasanipun umat Islam. Sanes pasanipun tiyang Jawi, kadosta pasa ngebleng, ngrowot lan mutih (Perlu diketahui, ibadah puasa yang dapat dijadikan sarana ta'arub (mendekat) kepada Gusti Allah, yaitu puasa-puasanya umat Islam. Bukan puasanya orang Jawa, seperti puasa ngbeleng (tanpa makan sahur), ngrowot (makan ubi-ubian) dan mutih (hanya makan nasi dan air putih),'' kata Sudirman. (P27-20i)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA