| Selasa, 19 Oktober 2004 | NASIONAL |
Aneka WartaPenipu Mengatasnamakan PejabatMALANG - Penipuan mengatasnamakan pejabat banyak terjadi di Malang Raya. Dalam dua bulan terakhir terjadi 13 kali penipuan. Tiga di antaranya menjadikan institusi di lingkungan Pemerintah Kota Malang sebagai sasarannya. Modus yang digunakan di antaranya menggunakan surat pengantar palsu dari Pemerintah Kota dengan tanda tangan Wali Kota Peni Suparto. Penipu pura-pura mencari sumbangan acara keagamaan. Cara lainnya adalah dengan mengaku sebagai ajudan Wali Kota dan akan memberi hadiah. Namun syaratnya, yang bersangkutan harus menyerahkan sejumlah uang. Peristiwa terakhir terjadi hari lalu, ketika seorang pria yang mengaku ajudan Wali Kota itu menelepon Bagian Perekonomian dan Bina PKL dengan mengatakan kedua unit kerja itu mendapat bantuan uang dari Dirjen Keuangan. Untuk pencairan, pria yang mengaku bernama Deddy itu minta kedua unit kerja itu patungan untuk mempercepat turunnya bantuan. "Ini penipuan yang memanfaatkan nama pejabat. Ini tidak bisa dibiarkan," ujar Kabag Humas Kota Malang Djoko Munari, baru-baru ini di ruang kerjanya. (jo-83n) 119 Bus di Malang Rusak MALANG- Meski puasa baru satu hari, pihak LLAJ Jawa Timur sudah mulai mendata angkutan umum, terutama bus antarkota dalam provinsi (AKDP) dan antarkota antarprovinsi (AKAP) yang siap dioperasikan untuk mengangkut para pemudik. Menurut Kepala Balai Pelayanan LLAJ Jatim, wilayah II di Malang, Sumarsono ATD SE, dari hasil pendataan tersebut khususnya untuk wilayah Malang yang meliputi kota dan kabupaten, terdata 119 bus yang rusak dan tidak dioperasionalkan. Bus AKDP dan AKAP yang rusak itu milik 18 perusahaan otobus (PO) yang berdomisili di wilayah Kabupaten/Kota Malang yang melayani berbagai jurusan. Antara lain jurusan Malang-Surabaya, Malang Blitar, Malang-Probolinggo-Jember, dan Malang-Jombang.(Jo-58t) |