logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 19 Oktober 2004 INTERNASIONAL
Line

Pendukung Anwar Akan Gelar Pawai Penyambutan Massal

KUALA LUMPUR - Para pendukung mantan deputi PM Malaysia Anwar Ibrahim dan gerakan reformasi politiknya ingin menggelar pawai massal. Pawai tersebut dimaksudkan sebagai uji dukungan penting sejak Anwar dibebaskan dari penjara.

Juru bicara Anwar, Senin kemarin, mengatakan sekelompok pendukung telah mengupayakan izin menggunakan stadion terbesar Malaysia untuk menggelar ''penyambutan'' massal bagi mantan deputi perdana menteri itu pada akhir bulan ini, setelah dia kembali dari pengobatan medis di luar negeri.

''Dia mungkin memiliki pesan bagi bangsa,'' kata juru bicara Kamarul Baharin Abbas. Abbas juga menjabat bendahara Parti Keadilan, partai oposisi yang dibentuk setelah Anwar dipenjara atas tuduhan sodomi dan korupsi pada 1999.

Kamarul menekankan pawai tersebut bukannya pawai oposisi.

''Saya kira secara umum Anda bisa menyimpulkan pesan selamat kembali Anwar sebagai kontribusi menuju negara yang baik secara politik dan pembangunan bangsa, dan bekerja erat dengan partai apa pun merupakan kerja menuju perbaikan negara,'' jelasnya.

Pengadilan membebaskan Anwar awal bulan lalu, setelah pengadilan membatalkan tuduhan sodomi terhadapnya. Dia kini menjalani masa tahanannya atas tuduhan korupsi. Tuduhan itu dijatuhkan setelah Anwar dipecat oleh pemimpin kawakan Mahathir Mohamad pada 1998 dan memimpin pawai jalan antipemerintah.

31 Oktober Pulang

Dalam beberapa hari setelah pembebasannya 2 September lalu, Anwar yang menderita penyakit punggung pergi ke klinik spesialis di Jerman untuk menjalani operasi punggung. Keberangkatannya diantar ribuan pendukungnya dari bandara Kuala Lumpur.

Duduk di kursi roda saat dibebaskan, Anwar pulih dari operasi dan telah mampu menjalankan umroh dalam beberapa hari terakhir, kata para pendukungnya. Dia dijadwalkan kembali ke Malaysia 31 Oktober mendatang.

Kamarul menjelaskan dia memperkirakan sekitar 50.000 orang akan memadati stadion Bukit Jalil yang berkapasitas 100.000 kursi itu dan gagasan menggunakan stadion tersebut untuk menghindari massa yang membludak memenuhi bandara Kuala Lumpur dan menyebabkan gangguan.

Para pejabat dari kepolisian dan kantor perdana menteri, kemarin, mengatakan mereka tidak tahu tentang permohonan untuk menggunakan stadion tersebut.(rtr-niek-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA