| Selasa, 19 Oktober 2004 | INTERNASIONAL |
Pemukim Yahudi Merasa Dikhianati SharonJERUSALEM - Perdana Menteri Israel Ariel Sharon menolak permintaan pemukim Yahudi agar dilakukan referendum pada keputusannya mengosongkan permukiman Yahudi di kawasan Jalur Gaza. Pertemuan yang dilakukan di kantor perdana menteri berakhir, setelah terjadi perselisihan pendapat tajam. Para pemukim menuduh Sharon mengkhianati gerakan mereka dan menciptakan perbedaan berbahaya di antara masyarakat Israel. Pernyataan Sharon diumumkan awal tahun ini, meliputi penutupan kawasan permukiman Yahudi di Jalur Gaza. Sharon juga berencana melakukan pengetatan pengawasan terhadap daerah permukiman di Tepi Barat. Sharon mengatakan rencana tersebut sangat penting bagi keamanan Israel. Sementara itu Parlemen Israel akan mengadakan voting terhadap masalah itu dalam waktu seminggu mendatang. Wartawan BBC melaporkan, para pemukim Yahudi merasa dikhianati oleh Sharon. Mereka memberikan hak suara kepada Sharon pada pemilihan lalu, yang berjanji tidak akan membongkar permukiman ilegal di atas tanah Palestina. ''Kami bertemu dengan perdana menteri yang keras kepala,'' kata juru bicara kelompok pemukim Yahudi, Yehoshua Mor-Yosef. Dewan Yesha dari kelompok pemukiman Yahudi mengatakan akan tetap menekan pemerintah untuk menggelar referendum. Berharap pada Bush Senang akan dukungan besar Presiden AS George W Bush terhadap pemerintah mereka, rakyat Israel mengharapkan Bush akan terpilih kembali bulan depan. Hasil jajak pendapat yang dilaksanakan Universitas Tel Aviv menunjukkan 55 persen rakyat Israel menginginkan Bush memenangi pemilu presiden AS pada 2 November, dibanding 45 persen yang berharap John Kerry menang. Menurut Professor Eitan Gilboa dari universitas tersebut, hasil survei itu tidak sekadar teori belaka karena sejumlah 80.000 penduduk Israel punya hak pilih dalam pemilu presiden AS itu. Situasi terakhir berbeda jauh dari ketika Bush maju ke pemilihan empat tahun lalu di mana rakyat Israel khawatir jika sampai dia menang. Rakyat Israel khawatir karena keluarga Bush lekat dengan bisnis minyak sehingga ditakutkan kebijakan-kebijakannya akan pro-Arab. Pesaing Bush dalam pemilihan tahun 2000 Al Gore memperoleh 80 persen suara yang diberikan pemilih Yahudi, dibandingkan sekitar 20 persen yang memilih Bush ketika itu. Bush, Sabtu lalu, menandatangani RUU Anti-Yahudi global menjadi UU meski hal itu ditentang oleh Deplu AS, yang merasa UU itu tidak diperlukan. UU itu penerapannya secara global akan dilaksanakan oleh Deplu AS, yang akan terus memantau adanya aksi-aksi anti-Yahudi di mana pun di dunia. ''Negara ini akan memantau, kami akan memastikan dorongan lama untuk anti-Yahudi tak akan pernah punya rumah di dunia modern,'' kata Bush yang menandatangani UU tersebut saat dalam perjalanan kampanyenya di negara Bagian Florida. Penandatanganan UU itu pun dilakukan di atas pesawat Airforce One saat menuju Florida, tempat terbesar penampung orang Yahudi setelah Israel dan New York. Sebelumnya, Deplu AS menentang RUU tersebut dengan menyatakan tidak perlu karena selama ini Deplu AS sudah menghimpun sendiri informasi mengenai anti-Yahudi dalam laporan tahunannya mengenai HAM dan kebebasan beragama. Secara tradisional, kaum Yahudi AS merupakan pendukung partai Demokrat, namun tim kampanye Bush berharap akan bisa meraih simpati penduduk Yahudi Florida melalui dukungan-dukungan kuat pemerintahan Bush terhadap Israel.(bbc-ant-46) |