logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 19 Oktober 2004 INTERNASIONAL
Line

Konflik Etnis Ditransformasikan Jadi Lomba

NIKOSIA - Etnis Yunani dan etnis Turki sejak dulu selalu bertikai sengit di Siprus, sebuah negara pulau di Laut Tengah. Mereka sudah pernah bentrok secara fisik dengan menggunakan senjata.

Kali ini, warga etnis Yunani mencoba mengalahkan warga Turki di bidang yang semestinya menjadi andalan orang-orang Turki: membuat loukkoumi (permen khas Turki) terbesar di dunia.

Warga Siprus - yang terdiri atas orang-orang Yunani dan Turki - sering menggunakan permen itu sebagai perangsang gairah seks.

George Gavriel, warga Siprus keturunan Yunani, dan 30 juru masak lainnya bekerja keras selama tiga hari untuk memproduksi gula-gula khas Turki itu, yang dalam dialek setempat disebut ''loukkoumi''. Permen raksasa itu berbobot 2,5 ton lebih.

Berdasarkan Guinness Book of World Records, rekor sebelumnya tercipta pada 1997 dengan gula-gula seberat 2,349 ton. ''Permen itu terbuat dari ramuan sangat murni, membuat segar orang yang memakannya. Orang pasti menjadi ceria,'' kata Tasos Kouzoupos, wali kota Yeroskippou di Siprus baratlaut.

''Dan menurut bapak-bapak dan kakek-kakek kami, permen jenis ini sangat baik untuk membangkitkan gairah seks,'' tambahnya, setelah gula-gula itu disajikan dan dimakan di sebuah festival, Minggu lalu.

Makanan kesukaan warga Turki tersebut, yang merupakan permen terbuat dari gula dicampur kacang, telah dibuat selama berabad-abad di Siprus, yang pernah dikuasai Kekaisaran Usmani (Turki) mulai dari 1571 sampai dengan 1878.

Di Siprus yang terpecah dua secara etnis, makanan itu dikenal dengan nama ''Loukkoumi dari Yeroskippou''. Sebutan itu diambil dari nama kota di Siprus baratlaut, tempat pembuatan permen tersebut pada awalnya.(rtr-ben-30)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA