logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 19 Oktober 2004 INTERNASIONAL
Line

Sudan Tawarkan Solusi Krisis Darfur

TRIPOLI - Pertemuan puncak di Tripoli berakhir Minggu malam waktu setempat (Senin pagi WIB) dengan pengakuan pemerintahan Sudan bahwa penyelesaian krisis kemanusiaan di Darfur adalah mengizinkan kawasan itu memiliki negara federal.

Perundingan berlangsung amat panjang di ibu kota Libia itu, namun membawa tanda-tanda yang nyata dalam upaya mengakhiri krisis kemanusiaan di Darfur. Kolonel Muammar Gaddafi memimpin pertemuan puncak dengan para pemimpin Mesir, Nigeria, Chad, serta Sudan sendiri.

Penasihat Presiden Mesir yang kali pertama keluar dari pertemuan mengatakan, Pemerintah Sudan siap bekerja sama namun harus diberi bantuan untuk mengakhiri kekerasan di Darfur. Jadi bukan diancam atau diberi sanksi, seperti yang diusulkan PBB.

Konflik di Darfur menyebabkan 1,5 juta orang terusir, 70.000 tewas sejak Februari 2003.

Dan Pemerintah Sudah kemudian mengakui bahwa bentuk negara federal merupakan pemecahan terbaik bagi Sudan.

Dalam negara federal, wilayah Darfur akan memiliki gubernur dan parlemen sendiri. Gaddafi juga sudah berbicara secara terpisah dengan kelompok pemberontak di Tripoli dan mereka diminta untuk memperlihatkan niat mereka untuk berdamai.

Bagaimanapun sejumlah negara dalam Uni Afrika masih akan bertemu kembali di Nigeria untuk merundingkan hal-hal lainnya.

Tolak Intervensi

Komunike bersama KTT itu menolak ''intervensi asing'' di Darfur, dan mendukung Pemerintah Sudan.

Menurut komunike bersama itu, kelima pemimpin Afrika juga mendesak kelompok pemberontak di Darfur menandatangani kesepakatan kemanusiaan yang disusun bersama pemerintah Sudan di sidang perundingan mendatang yang dijadwalkan hari Kamis.

Para peserta konferensi itu menekankan ''penolakkan mereka terhadap semua campur tangan asing dalam masalah Afrika itu''.

Pertemuan tersebut juga menolak setiap campur tangan asing atas masalah dalam negeri Sudan, yang hanya akan mengganggu usaha menstabilkan negeri itu.

Olu Adeniji, Menlu Nigeria yang kini menjadi ketua Uni Afrika, mengatakan pertemuan puncak itu ''sangat menerima keputusan pemerintah Sudan untuk meningkatkan jumlah anggota pasukan Uni Afrika di Darfur dan mengimbau semua negara Afrika untuk mengirimkan tentaranya untuk bergabung dengan pasukan pan-Afrika tersebut.

Dia mengatakan pembicaraan itu telah dilakukan dengan AS dan Uni Eropa. Dalam pembicaraan itu, AS dan negara Eropa diminta memberikan bantuan logistik dan finansial kepada pasukan pan-Afrika itu.

Pertempuran di Darfur pecah pada Februari lalu 2003 ketika kelompok pemberontak dari suku minoritas mengangkat senjata untuk menuntut pembagian pembangunan nasional secara merata.(bbc-ant-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA