logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 19 Oktober 2004 INTERNASIONAL
Line

Tentara AS Tolak Antar Pasokan

BAGDAD - Investigasi awal soal penolakan tugas 18 tentara AS dalam konvoi misi mengantarkan pasok perbekalan, menunjukkan tugas dihindarkan dengan alasan demi keselamatan mereka.

Militer AS, Minggu, menyatakan investigasi diarahkan guna mengetahui alasan yang menyebabkan 18 personel militer AS dari kesatuan Kompi Quartermaster ke-343 dari South Carolina menolak menjalankan tanker-tanker bahan bakar dalam misi perbekalan antara Tallil di Irak tenggara ke Bagdad pada Rabu pekan lalu.

Brigjen James Chambers, komandan satuan termasuk kompi tersebut, mengatakan tentara penolak tugas itu kini ditarik untuk menjalani pelatihan keselamatan kembali.

Para anggota keluarga tentara-tentara penolak tugas itu, seperti dikutip media di Amerika, mengatakan mereka menolak tugas karena misi yang dijalankan merupakan ''konvoi jibaku''.

Brigjen Chambers menolak sangkaan demikian. ''Ini insiden tersendiri melibatkan sejumlah kecil tentara,'' katanya kepada wartawan.

Chambers menegaskan misi konvoi perbekalan itu akhirnya tetap dilaksanakan pada hari itu juga oleh anggota-anggota tentara lainnya dari kompi yang sama.

''Temuan-temuan pendahuluan mengindikasikan bahwa tentara-tentara bersangkutan menyatakan keprihatinan akan perawatan dan keselamatan (kendaraan-kendaraan untuk misi mereka),'' katanya.

Militer AS melaksanakan konvoi perbekalan sejumlah 250 kali per hari, mencakup sekitar 3.000 kendaraan, untuk memasok dan mencukupi peralatan pasukan di Irak. Misi itu kerap kali diserang gerilyawan Irak.

Orang-orang bersenjata menyerang sebuah bus kecil yang membawa pulang sembilan polisi Irak dari sebuah tempat latihan di Yordania. Seluruh polisi itu tewas, kata polisi di Karbala, Minggu.

Serangan itu terjadi Sabtu larut malam ketika para polisi itu sedang lewat antara kota-kota bergolak Latifiya dan Yusufiya, sekitar 35 kilometer sebelah baratdaya Baghdad.

''Mereka kembali dari kursus latihan di Amman,'' kata seorang juru bicara kepolisian. ''Tidak seorang pun selamat, sementara para penyerang melarikan diri.''(ant-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA