| Selasa, 19 Oktober 2004 | BANYUMAS |
eling elingPelatihan Qari dan QariahBANJARNEGARA - Sebanyak 150 siswa SMP/MTs, SMA/MA, utusan lembaga pengembangan tilawah dan peserta umum pada 17-26 Oktober mengikuti pelatihan tilawatil Alquran sekabupaten di Pesantren Al Fatah, Kelurahan Parakancanggah. Ketua panitia Drs M Ali Ma'ruf menuturkan materi antara lain tilawah, Alquran, qiro'ah sab'ah, dan teknik penghakiman. Para pengajar adalah ustad H Abdul Ghori SAg Al Hafidz dan ustad Muhammadun Zein. Keduanya pernah menjadi juara qari nasional. (A9-86) Perajin Diminta Bentuk Koperasi BANJARNEGARA - Para perajin kaki guci di Desa Paseh, Kecamatan Banjarmangu, diminta membentuk koperasi. Wadah itu bisa menghindari persaingan tak sehat antarperajin, terutama saling menurunkan harga jual. Itulah pesan Wakil Bupati Drs H Hadi Supeno saat tarawih keliling di Masjid Taufik Hidayat di desa tersebut, Sabtu (16/10). Tarawih diikuti pejabat Setda, dinas, BUMN, dan warga desa. (A9-86) Pengenalan Jurnalistik SEF PURWOKERTO- Proses pengenalan terhadap dunia jurnalistik di kampus tak hanya dilakukan lembaga pers mahasiswa. Kegiatan itu juga bisa dilakukan unit kegiatan mahasiswa yang lain, seperti bakal dilakukan UKM Student English Forum (SEF) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) yang memperkenalkan jurnalistik secara rutin ke anggota dan pengurus. Presiden SEF Lukman menyatakan pengenalan jurnalistik dan pers dalam waktu terdekat Selasa (19/10) dan Minggu (24/10). ''Kami berharap anggota bisa menggeluti dunia tulis-menulis dan mengenal lebih jauh tentang jurnalistik. Kami di UKM juga punya penertiban.'' (G22-86) Pondok Baca Budaya Merdeka PURWOKERTO- Untuk meningkatkan minat baca, penyair Dharmadi mendirikan Pondok Baca Budaya Merdeka di rumahnya Jalan Mertadireja RT 2 RW 7 Kelurahan Mersi. Koleksi buku meliputi buku sastra, kumpulan puisi, serta majalah sastra dan hiburan. ''Sebagian besar koleksi saya. Namun ada pula warga sekitar yang menyumbangkan beberapa buku,'' katanya. Pondok itu diresmikan Kepala Dinas Pendidikan Banyumas Drs Sutjipto, Sabtu (9/10) malam. Dia menyatakan saat ini minat baca di kalangan anak-anak masih rendah. Sebab, mereka lebih banyak melihat dan mendengar siara televisi. (P52-86) |