logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 16 Oktober 2004 SALA
Line

Tambah Menu Siaran

SELAMA Ramadan 1425 H, ada penambahan menu siaran khusus bagi pancaran udara Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD) Kabupaten Wonogiri. Sebagai konsekuensinya, jam mengudara harus diperpanjang. Caranya, dengan mengudara lebih awal dari jadwal kebiasaan.

Berkait dengan adanya penambahan menu dan perpanjangan jam siaran itu, berikut wawancara Suara Merdeka dengan Kepala Bagian Humas Pemkab Wonogiri, Eko Muslich Martono, yang juga menjabat sebagai Penanggung Jawab Siaran (PJS) RSPD Wonogiri.

Apa betul RSPD menambah jam siaran?

Betul. Selama Ramadan ini, menu siaran RSPD ditambah, dan itu mengundang konsekuensi jam mengudara waktunya harus diperpanjang. Kami mengudara lebih awal dari kebiasaan waktu siaran, yang lazim dilakukan pada hari-hari biasa di luar bulan puasa. Sebab, ada penambahan menu acara khusus yang bersifat spesifik dan erat kaitannya dengan muatan Ramadan yang bernuansa islami.

Pukul berapa mulai mengudara?

Di hari-hari biasa di luar Ramadan, kami biasa mengudara mulai pukul 05.00. Namun selama Ramadan ini, kami telah melakukan opening tune (buka siaran-Red) sejak pukul 02.15. Begitu selesai opening tune, kami segera merangkai dengan mata siaran berupa acara "SMS". Apa itu SMS? Yakni sajian acara berupa senandung makan sahur. Kemudian dirangkai dengan acara ''Imam Takwa'', berupa penyiaran rekaman dakwah dari kiai sejuta umat KH Zainudin MZ.

Ketika tiba waktunya, disampaikan detik-detik imsakiyah yang ditandai dengan lengkingan bunyi sirine, dan dilanjutkan dengan penyampaian doa berpuasa. Selanjutnya disusul dengan mata acara berupa penyampaian jurnal tarawih keliling (tarling), azan subuh, dan kuis tebak lagu Ramadan. Berikutnya adalah Gema Ramadan, yakni rubrik udara interaktif bersama pengasuh Ketua Pemuda Muhamadiyah Wonogiri, Drs Sudirman MQ. Tepat mulai pukul 05.00, kami kembali masuk kepada mata acara harian rutin, dengan diawali menu udara Sapa Baskara. Kemudian pada siaran sore dan petang hari, pukul 17.00 menampilkan mata acara santapan rohani menjelang berbuka puasa yang dibawakan oleh para ustad dan juru dakwah Islam dari Departemen Agama, dan dilanjutkan dengan azan magrib serta doa berbuka.

Apa tujuannya menambah jam siaran?

Penambahan jam siaran selama Ramadan, hakikatnya adalah demi konsekuensi yang erat kaitannya dengan sesanti RSPD, yakni ''Jaya di udara, abadi di hati, dan berkenan di masyarakat.'' Untuk memenuhi tekad yang tersurat dan tersirat pada kalimat sesanti itulah, kami harus tahu diri untuk senantiasa bersama masyarakat dalam situasi, kondisi, waktu, keadaan apa pun, dan kapan pun. Kami berusaha menyatu dengan masyarakat pendengar lewat gelombang siaran AM, melalui frekuensi 1179 KHz. Seperti pada Ramadan ini, misalnya, kami senantiasa berusaha untuk setia menemani umat Islam, yang sejak dini hari telah mulai terjaga dari tidurnya untuk mempersiapkan makan sahur. Penambahan jam siaran yang mengudara lebih awal dari waktu kebiasannya itu, juga erat kaitannya dengan prinsip untuk mewujudkan satisfaction customer dalam ilmu manajemen, yakni kiat menciptakan kepuasan pelanggan.(Bambang Pur-80a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA