logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 16 Oktober 2004 SALA
Line

Sruwen-Ampel Langganan Macet

BOYOLALI - Kemacetan arus lalu lintas dari pertigaan Sruwen, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Boyolali sampai Ampel, menjadi langganan sehari-hari. Kemacetan sepanjang 5 km itu, mencapai puncaknya setiap Sabtu atau Minggu. Berdasarkan pantauan Suara Merdeka, kemacetan arus lintas tersebut disebabkan oleh sempitnya ruas jalan. Selain itu, juga karena padatnya kendaraan roda empat, baik dari arah Semarang maupun Solo. Juga kecelakaan lalu lintas, dan banyaknya mobil yang parkir di depan rumah makan.

Menjelang puasa atau suasana sadranan pekan lalu, terjadi kemacetan yang cukup lama, dari pukul 18.00 - 21.00. Kemacetan arus lintas mencapai 10 kilometer, mulai dari SPBU Sruwen sampai Dukuh Kenteng, Desa Penggung, Kecamatan Kota Boyolali.

''Masa dari Boyolali ke Salatiga ditempuh 1,5 jam. Padahal biasanya hanya setengah jam,'' kata Ny Suskamdani, warga Tingkir, Salatiga.

Kemacetan pada ruas jalan itu, juga dikarenakan banyaknya mobil pribadi yang parkir di depan rumah makan sepanjang Boyolali-Ampel.

''Jika tidak segera diatasi, menjelang atau sesudah Lebaran diperkirakan akan terjadi penumpukan kendaraan. Adapun jalur alternatif dari Sruwen sampai Boyolali, sampai sekarang tidak ada,'' kata Haryanto, yang sehari-harinya nglajo Boyolali-Semarang.

Kaur Bin Ops Satlantas Polres Boyolali, Iptu Bambang Rusto Mulyo mengakui hal itu. Upaya mengurangi kemacetan, kata dia, dengan cara memberi lampu kedip kuning di pertigaan Sruwen. Selain itu, juga menyalakan lampu hijau lebih lama dari ruas jalan Semarang-Solo, dan nyala lampu hijau dari arah Karanggede lebih dipercepat. (shj-85a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA