logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 16 Oktober 2004 SALA
Line

Digagas, Green House untuk Stroberi

TAWANGMANGU - Sejumlah kelompok tani budi daya stroberi di kawasan Kalisoro dan Cemoro Sewu, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar, menggagas penggunaan teknologi green house untuk meningkatkan kuantitas produksinya. Teknologi itu, kata Wijaya, bisa membuat tanaman tersebut berbuah sepanjang tahun.

"Selama ini stroberi hanya bisa berproduksi pada musim panas, hanya dalam waktu 6-7 bulan selama satu tahun. Kalau membuat green house kami terbentur dana," kata ketua kelompok tani di kawasan Tawangmangu itu.

Saat dikunjungi Rektor UNS Prof Dr dr HM Syamsulhadi SpKJ beserta rombongan wartawan, Rabu (13/10), Wijaya menjelaskan, selama 6-7 bulan berproduksi itu serumpun stroberi dapat menghasilkan sekitar setengah kilogram buah. Harga bibitnya Rp 750, sedangkan biaya produksi mencapai sekitar Rp 3.000 tiap rumpun per tahun, termasuk biaya tenaga kerja. Hitungan keuntungannya, setiap 100 m2 lahan bisa menghasilkan laba bersih sekitar Rp 2,5 juta.

"Ini merupakan jenis tanaman yang paling menguntungkan dibandingkan dengan jenis lainnya di Tawangmangu. Ada 26 kelompok tani yang bertanam stroberi di Kalisoro dan Cemara Sewu. Kalau teknologi green house diterapkan, akan lebih produktif lagi," ujar pemilik Usaha Kecil dan Menenah (UKM) Setyawati itu.

Atas gagasan itu, Rektor menyatakan akan memikirkan jalan keluar perolehan dana. Menurut pendapatnya, beberapa lembaga mungkin bisa memberi bantuan seperti koperasi atau perbankan, namun akan dikaji dulu mana jalur yang terbaik.

"Mungkin juga ada bantuan dari orang-orang secara pribadi. Kalau bantuan itu positif dan menguntungkan, kenapa tidak diterima," ujarnya, didampingi Pembantu Rektor I, Dr Ravik Karsidi MS.

Rp 175.000 per Meter

Pembina UKM Setyawati dari UNS Sri Retno Dwi Ariani MSi mengungkapkan, biaya yang dibutuhkan untuk pembuatan green house diperkirakan mencapai Rp 175.000 per meter persegi. Jadi, kalau luas lahan yang dipakai untuk berkebun stroberi mencapai 300-400 meter, maka dana yang diperlukan cukup besar.

"Teknologi yang dipakai nanti menyerupai rumah kaca sehingga tanaman yang ada di dalamnya akan terisolasi dari lingkungan luar. Dengan demikian, kalaupun sedang musim hujan, tanaman stroberi di dalamnya tidak terpengaruh dan bisa tetap berproduksi," jelasnya.

Dalam kunjungan sehari itu, Rektor bersama rombongan dari Lembaga Pengabdian pada Masyarakat (LPM) UNS juga meninjau UKM lain binaan perguruan tinggi itu. (D11-92n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA