logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 16 Oktober 2004 SALA
Line

Buronan Polresta Tewas di Grobogan

KOTA - Siswiyanto alias Yanto (30), buronan Polresta Surakarta dalam kasus curanmor, ditemukan tewas di persawahan Panjungan, Karangsari, Brati, Grobogan.

Polisi mencurigai keterlibatan Yanto sebagai penadah sepeda motor hasil perampasan di Solo Juli 2004. Dugaan itu, didasarkan kepada pengakuan dua tersangka lain, yaitu Susilo (34) warga Gunungkidul, Yogyakarta, dan Mustaqim alias Doyok (37) warga Sangrahan, Guntur, Demak, yang tertangkap sebelumnya.

Pada Juli 2004, Susilo merampas kendaraan Suzuki Shogun milik Supardi (32), sewaktu dibawa anaknya untuk membeli es batu di kawasan Palang Pintu Joglo, Kadipiro, Banjarsari, Solo. Tiga bulan menjadi buron, tersangka tertangkap sewaktu bersembunyi di Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta.

Tersangka yang beberapa hari lalu ditemui Suara Merdeka di ruang tahanan Polresta mengatakan, motor hasil curian tersebut dijual kepada Siswiyanto melalui Mustaqim.

Begitu keduanya tertangkap, Mustaqim Selasa (12/10) lalu dikeler petugas Reskrim Polresta untuk menunjukkan tempat tinggal korban (Siswiyanto).

Tidak mudah

Upaya menangkap korban, bukan sesuatu yang mudah. Sebab beberapa kali disanggong, selalu lolos dari sergapan. Namun begitu bersembunyi di rumah mertuanya, di Kampung Jangkungharjo, Brati, Grobogan, korban dikabarkan tertangkap.

Polisi tidak bisa menyita sepeda motor Shogun, karena kendaraan tersebut telah dijual kepada Kasmoyo (41). Polisi meminta dia menunjukkan tempat tinggal, tetapi korban melarikan diri.

Dengan kaburnya buronan tersebut, polisi berusaha menangkap kembali. Namun esok harinya, buronan itu ditemukan tewas di lahan persawahan Dusun Panjungan, Karangsari, Brati, Grobogan.

Tersangka curanmor yang ditemukan sudah tidak bernyawa itu, hingga kemarin masih diselidiki aparat kepolisian setempat. Diduga korban meninggal akibat penganiayaan atau pembunuhan.

Anggota tim Reskrim Polresta, Iptu Edison Panjaitan yang tengah menyelidiki kasus curanmor yang melibatkan korban, kemarin masih meminta keterangan kepada sejumlah saksi, termasuk keluarga korban yang tinggal di Jangkungharjo, Brati, Grobogan. (G11-92a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA