logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 16 Oktober 2004 PANTURA
Line

Warung Lesehan, Tempat Mampir Musafir

SUHU udara di Kota Pekalongan siang itu sangat terik. Apalagi saat itu hari pertama Ramadan, sehingga membuat orang semakin enggan keluar rumah.

Mereka lebih senang berada di dalam rumah atau kantor, sekadar untuk bersantai.

Suasana seperti itu berkebalikan pada sore hari atau waktu berbuka puasa tiba. Hampir semua ruas jalan ramai. Kendaraan dan mobil berlalu-lalang di sepanjang jalan.

Ya, sore hari memang waktu yang tepat untuk keluar rumah. Sambil mempersiapkan menu berbuka puasa, mereka bisa menikmati keindahan suasana sore.

Seperti yang terlihat di beberapa warung lesehan di sepanjang Jalan Raya Kedungwuni Kabupaten Pekalongan. Banyak sekali terlihat pengguna kendaraan berhenti di warung lesehan tersebut. Sambil menunggu waktu berbuka puasa, mereka berbincang-bincang dengan pengendara lain.

Mereka kebanyakan membeli tidak untuk dibawa pulang. Sebab, mereka adalah para musafir yang sedang melakukan perjalanan ke daerah lain. Hal itu terlihat dari cara mereka berpakaian, semua menggunakan jaket tebal.

"Saya mau menjenguk saudara yang tinggal di sekitar Alun-alun Kota Pekalongan. Kebetulan saya lewat daerah ini dan mampir dulu ke warung lesehan," ujar Rohani yang tinggal di Kecamatan Peninggaran.

Beragam Makanan

Sementara itu, di dalam warung lesehan terlihat suami-istri sibuk mempersiapkan beragam makanan. Misalnya, nasi megono, tempe goreng, dan pepes ikan. Semua makanan itu diletakkan di atas meja yang disiapkan khusus untuk para pengunjung.

Menurut Sunarsih, biasanya sekitar pukul empat sore, dia sudah mempersiapkan semua makanan di warung lesehannya. Namun, karena kemarin hari pertama berpuasa, dia membuka warung mundur satu jam, yakni pukul lima sore.

"Biar makanannya tetap hangat, saya buka warung lesehan ini mendekati saat berbuka puasa," kata Sunarsih yang setia mendampingi Mulyani, suaminya berjualan.

Apa keistimewaan makanan di warung lesehan milik Sunarsih? Salah satunya adalah penyajian makanannya. Dia cepat sekali melayani pembeli. Begitu pesan minuman, segera dibuatkan oleh putrinya yang membantu berjualan.

"Nasi megono dan lauk-pauknya kami sediakan di meja khusus, sehingga begitu datang ke warung kami, pembeli dapat mengambil semua makanan tersebut," jelas dia.

Narsih mengungkapkan, biasanya pembeli senang datang ke warungnya menjelang berbuka puasa. Menurut dia, bukan hanya para musafir, warga sekitar pun ada yang datang ke warungnya. (Moch Achid Nugroho-74e)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA