| Sabtu, 16 Oktober 2004 | PANTURA |
Masih Ada Stan yang Melayani Pengunjung
PEKALONGAN - Meski bazar sandang dan pangan tahun 2004 di lapangan Mataram Kota Pekalongan secara resmi sudah ditutup pada Selasa (12/10) pukul 00.00 lalu, kenyataannya hingga Rabu malam (13/10) masih ada stan permainan anak-anak dan beberapa pedagang yang membuka usaha di tempat itu dan melayani pengunjung. Kenyataan itu dianggap mengganggu warga yang setiap pagi melakukan olahraga di lapangan ataupun trotoar. Apalagi, trotoar bagian selatan juga digunakan untuk menumpuk barang-barang peserta bazar. "Ini jelas sangat mengganggu kenyamanan kami berolahraga. Bahkan pemandangan lapangan pun terlihat kumuh," kata Anto, warga Podosugih yang ditemui di lapangan Mataram, kemarin pagi. Bahkan hingga Jumat kemarin, di lapangan itu masih ada sekitar 10 tumpukan barang-barang milik pedagang yang belum diangkut. Barang-barang itu ditumpuk dan ditutup dengan plastik, sedangkan berbagai peralatan permainan anak-anak masih tercecer di bagian selatan. Yang lebih memprihatinkan, pintu portal bagian timur yang dibangun untuk mencegah mobil masuk ke lapangan, ternyata dirusak orang. Palang besi sepanjang kurang lebih lima meter itu lepas dari kaitnya dan melintang di trotoar. Menurut informasi dari warga setempat, portal itu ternyata dirusak oleh orang saat akan dilewati truk tronton yang mengangkut barang-barang milik pedagang. Besi yang mengikat portal itu sudah putus diduga karena digergaji. "Itu dilakukan Kamis lalu (14/10) saat truk tronton akan masuk lapangan," ujar seorang warga yang keberatan disebut jati dirinya. Dia menambahkan, ketika itu ada truk tronton akan masuk ke lapangan untuk mengangkut barang-barang dagangan. Namun truk itu tidak bisa masuk karena terhalang portal sehingga di antara mereka ada yang nekat masuk dengan lebih dulu merusak pintu portal. Beberapa pedagang yang ditemui kemarin mengaku tidak tahu siapa yang merusak pintu portal tersebut. Sebab, mereka sampai kemarin masih belum dapat mengangkut barang daganganya. Mereka mengaku belum dapat mengangkut tenda dan dagangannya mengingat masih harus menunggu truk yang akan mengangkutnya. "Kami sudah berlangganan dengan truk untuk mengangkut dagangan. Sambil menunggu waktu, kami masih akan mencari informasi adanya bazar dan ekspo di daerah lain," akunya. Karena itu, dia berharap panitia memberikan kelonggaran waktu sampai angkutan yang dipesannya datang menjemput. Menunggu Angkutan Kasubag Perlengkapan Bagian Umum Pemkot FX Sumarna yang ditemui kemarin mengatakan, izin penggunaan lapangan itu berakhir pada Selasa dini hari. Dengan demikian, mestinya Rabu seluruhnya sudah dibongkar untuk segera diangkut meninggalkan lapangan sehingga tidak terlihat kumuh. "Namun mereka menjanjikan akan segera meninggalkan lokasi. Mereka kini masih menunggu angkutan," katanya. Kabag Humas Suharto BBA berharap pedagang segera membawa dagangannya meninggalkan lapangan. Dia mengakui, lapangan itu terlihat kumuh karena masih ada dagangan di lapangan. Mengenai dirusaknya portal lapangan untuk lewat truk tronton, Suharto sangat menyesalkan. Mestinya mereka juga diawasi sehingga tidak sampai merusak. Kalaupun itu benar ada truk tronton masuk ke lapangan, berarti itu menyalahi aturan. (A15-14n) |