logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 16 Oktober 2004 PANTURA
Line

Enam Pos Dipersiapkan Antisipasi Kemacetan

BREBES - Dalam rangka mengantisipasi kerawanan kemacetan arus mudik dan arus balik selama Puasa, Lebaran, pasca-Lebaran, Natal, dan Tahun Baru 2005, Dinas Perhubungan bersama Polres Brebes menyiapkan enam pos pemantuan dan enam rest area (tempat istirahat) di jalur pantura.

Pos pemantuan yang kini disiapkan antara lain di Cisanggarung (Losari), Pejagan (Tanjung), Bulakamba, alun-alun Brebes, Terminal Pagojegan serta Bumiayu.

Sementara itu, tempat istirahat di Pangkalan Truk Kecipir, Pangkalan Truk Cimohong, SPBU Tonjong, Pos DAMRI, Terminal Larangan, dan Terminal Ketanggungan.

Kepala Subdin Perhubungan Darat Dinas Perhubungan Achmad Satibi BAE SH mengatakan, untuk kendaraan yang akan melintasi wilayah Brebes, empat jalur alternatif telah dipersiapkan untuk penyebaran. Hal itu dimaksudkan agar jumlah kendaraan tidak menumpuk di salah satu ruas jalan saja.

Keempat jalur alternatif itu adalah jalur Cirebon-Ciledug-Kersana-Ketanggungan, jalur lurus atau pantura melawati Tanjung-Kersana-Ketanggungan, jalur ke pintu masuk Pejagan-Ketanggungan-Prupuk (Tegal)-Bumiayu-Purwokerto, serta jalur jalan Pasar Bawang lama (Desa Pebatan)-Jagalempeni-Wanacala-Jatibarang-Slawi.

Motor

Menurut perkiraan dia, lonjakan arus mudik pada tahun ini paling banyak adalah motor. Sebab berdasarkan data arus mudik dari tahun-tahun sebelumnya, jumlah pemudik yang menggunakan kendaraan roda dua terus meningkat. Untuk itu, sesuai dengan Instruksi Dirjen Perhubungan Darat Nomor 06/AJ.206/DRJD/2004, setiap pemakai motor harus memenuhi persyaratan teknis baik kelengkapan surat kendaraan dan kelengkapan pengemudi seperti keharusan memakai helm serta kelayakan kendaraan untuk menempuh jarak jauh.

Selain membuat pos pemantauan dan tempat peristirahatan, Dinas Perhubungan juga mengadakan koordinasi dengan Pemkab Cirebon dalam antisipasi kemacetan.

"Kami sudah mengadakan koordinasi dengan Pemkab Cirebon. Hal ini sangat diperlukan agar dapat diketahui jumlah orang yang mudik melewati jalur pantura sehingga penyebaran arus kendaraan bisa diperkirakan sebelumnya," tuturnya.

Sementara itu pada H-7 dan H+7 lebaran, semua pengemudi kendaraan yang melintasi jalur pantura diimbau untuk menyalakan lampu depan pada siang hari. Hal itu difungsikan sebagai tanda kewaspadaan.

"Dengan adanya nyala lampu itu, antarpengemudi saling memberikan tanda waspada untuk antisipasi kecelakaan," ungkapnya.(wn-42j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA