| Sabtu, 16 Oktober 2004 | WACANA |
Surat PembacaMengapa Rem BlongSering terjadi kecelakaan akibat rem blong terutama di jalan yang menurun tajam seperti Gombel, Tanah Putih Semarang dan di tempat lain. Kecelakaan yang menimbulkan kerugian materi dan tidak jarang pula mengakibatkan korban jiwa tersebut sebenarnya dapat dihindari kalau pengemudi tahu fungsi rem sebenarnya. Kalau diperhatikan, hampir semua kendaraan baik besar maupun kecil pada waktu melalui jalan yang menurun, lampu remnya menyala yang berarti para pengemudinya menginjak pedal rem sepanjang jalan menurun tersebut untuk menahan/mengurangi laju kendaraannya. Hal tersebut mengakibatkan seluruh komponen sistem rem (brake system) terbebani secara berkepanjangan dan menjadi panas. Apabila beban dan panas tersebut sudah melewati ambang batas kemampuan sistem rem, sehingga tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya alias "blong". Fungsi rem yang sebenarnya sama sekali bukan untuk menahan/mengurangi laju kendaraan apalagi di jalan yang menurun tajam. Fungsi rem yang sebenarnya untuk menghentikan kendaraan atau untuk mengatasi keadaan darurat misalnya harus berhenti mendadak dan lainnya. Dalam hal melalui jalan menurun, cara yang benar dan aman untuk menahan/mengurangi laju kendaraan adalah dengan menggunakan gigi transmisi (persneling) rendah. Istilah tekniknya, pengereman dengan tenaga mesin. Dengan menggunakan gigi persneling rendah, kendaraan akan berjalan lambat tanpa harus menginjak rem. Jika sudah menggunakan gigi persneling terendah (1) kendaraan masih terlalu kencang, berarti mesin kendaraan tersebut sudah waktunya direparasi karena tekanan/kompresinya terlalu rendah. Ada pedoman sederhana untuk naik dan turun tanjakan dan turunan dengan aman, yaitu naik 1- turun 1, naik 2 turun 2, naik-turun:3 dan seterusnya Maksudnya, bila pada waktu menaiki tanjakan kendaraan tersebut hanya mampu dengan gigi 1, maka pada waktu menurun di jalan yang sama, kendaraan akan aman jika menggunakan gigi 1 pula. Bila pada waktu naik, kendaraan mampu dengan gigi 2, maka pada waktu turun sebaiknya dengan gigi 2 pula. Semoga tulisan singkat ini ada manfaatnya. Drs Ir Budi Luwiyo Anggota Tim Konsultasi Teknis Fakultas Teknik USM *** Soal "Biar Maling Kecele" Menanggapi Surat Pembaca yang ditulis Sdr Joko Suprayoga Jl Raya Sapen 99 Sukorejo Kendal tentang "Biar Maling Kecele" 9 Oktober 2004, ada yang perlu diluruskan. Pertama soal nomor Imel HP hampir semua nomor sudah dapat diganti dan banyak juga beredar beberapa HP dengan nomor imel sama. Jadi masyarakat jangan berpendapat dengan mencatat nomor imel, maka sudah aman atau bisa membuat maling kecele. Memang ada aplikasi anti maling yang nantinya bisa memblokir nomor imel HP yang dicuri. Tetapi setelah HP mati pun masih bisa dihidupkan lagi dengan program flash, seperti Griffin, Prodigy, UFs 3 Tornado. Yang lain mungkin yang dimaksud adalah ESN handphone CDMA dan memakai kartu pasca bayar, sehingga bisa memblokir nomor tersebut. Namun sekali lagi pada zaman yang canggih ini, ada juga pengganti ESN. Semoga tulisan ini berguna dan masyarakat dapat lebih berhati-hati dengan HP-nya. Hendra Jl Suyudono No 40 Semarang *** Bazaria Blue Band Mengecewakan Bazaria Blue Band yang diadakan di Balai Kota Semarang 10 Oktober 2004, yang dijadwalkan mulai pukul 09.00 s.d 17.00 ternyata meleset sebab pukul 14.00 acara telah selesai. Akibatnya sebagian orang tidak dapat berpartisipasi memasukkan kupon ''undian''-nya. Padahal pihak penyelenggara telah memberitahukan undian akan dilangsungkan pukul 16.00. Saya kecewa sebab pihak penyelenggara tidak konsekuen. Mohon klarifikasi. Soetikno Eko Putro Jl Karangwulan Sari II/28 Semarang *** Dari Telkom Solo untuk Bpk Daryoso Bapak Daryoso Jl Tusam 1396 Semarang, terima kasih menyampaikan informasinya melalui Surat Pembaca 8 OKtober lalu tentang tindaklanjut pemasangan telepon di Dukuh Bangsri Desa Muktiharjo, Kecamatan Margorejo Pati. Berdasarkan kontrak yang ditandatangani PT Telkom dengan calon pelanggan di Desa Muktiharjo dan sekitarnya (diwakili Kades Winong Bpk Sapari) pekerjaan akan dilaksanakan selama 150 hari kalender sejak ditandatangani 21 Juli 2004 dan berlaku hingga 17 Desember 2004. Saat ini pelaksanaan menyangkut pekerjaan infrastruktur (jringan dan DLD/sentral) sedang berjalan dan diharapkan telepon sudah dapat berfungsi/kring sebelum masa kontrak berakhir. Tentang pesawat telepon yang terpasang di rumah orang tua Bpk Daryoso, pelaksanaannya dikerjakan instalatur guna mendukung percepatan pemasangan IKR/G (instalasi kabel rumah/gedung). Eko Rahmad Sudjito Public Relation Kandatel Solo *** Pelayanan Mikro Mengecewakan Saya penerima paket via Kobra Semarang No 0006869-G yang dikirim 18 September 2004 . Tanggal 22 September saya mendapat telepon dari Kobra kalau paket ditransfer via Mikro dan tiba esok harinya. Saya telepon Mikro Purworejo ternyata paket baru sampai pukul 13.00 WIB. Saya ambil sendiri ke agen Mikro Purworejo, ternyata saya hanya menerima resi penerimaan saja, sedang paketnya tidak ada. Saya dan Pak Agung (agen Purworejo) kebingungan. Beliau menghubungi Mikro Semarang untuk menanyakan paket tersebut. Tetapi jawaban yang diterima mengagetkan, karena pihak yang dihubungi tidak segera memberi jawaban malah dengan jelas mengatakan "Purworejo ngeyel". Saya bisa melihat ekspresi Pak Agung yang benar-benar kecewa karena mendapat jawaban yang tidak profesional. Saya tidak sampai hati, lalu menelpon sendiri dan diterima Sdri Tutik. Dia bersikeras menyalahkan kami. Alamat paket tertulis PWJ tetapi terbawa ke Purwokerto (resi terlampir dengan alamat jelas Purworejo). Telepon lalu diberikan ke Pak Kurnia yang mengakui kesalahan ada di pihaknya, karena resi bisa terpisah dengan paket/barang. Saya menawarkan mengambil paket sendiri di Magelang, tapi beliau menyarankan via travel saja. Karena sampai pukul 16.00 saya belum dapat kabar maka saya menghubungi Mikro Semarang. Perlu diketahui staf Bapak pada pukul 16.00 terasa kurang sopan menjawab pertanyaan saya. Sebagai pihak yang dirugikan spontan saya menjawab dengan marah juga. Baru setelah itu Pak Kurnia menelepon, kalau paket bisa saya terima esoknya pukul 05.00 WIB, karena ada ekspedisi ke Cilacap lewat selatan. Pukul 05.15 saya sudah di agen Purworejo ternyata pihak Mikro tidak menghubungi, sehingga Bapak Agung tidak tahu akan ada paket. Baru setelah sampai di rumah, ternyata paket diketemukan di halaman agen. Kok begitu cara pengemudi meletakkan paket. Bagaimana kalau hilang. Yang membuat saya harus menulis surat ini adalah jawaban pihak Kobra waktu saya tanya paket No 0006925-E dikirim 27 September pada 4 Oktober 2004 pukul 11.00 WIB. Untuk Bapak di telp (024) 3540023, terima kasih sudah bercerita banyak, tetapi seharusnya Bapak menghubungi saya dulu jangan langsung meretur paket saya. Untuk Bapak Kurnia, bagaimana profesionalisme dari PT Mikroindo Puteratama, kok tidak mau menerima paket atas nama saya. Ny Angger Djoko Gg Semar 74 Purworejo |