| Sabtu, 16 Oktober 2004 | MURIA |
Blora Siapkan Penembak JituBLORA - Memasuki Ramadan, lebih-lebih mendekati Hari Raya Idul Fitri nanti, yang sangat mungkin ada peningkatan kriminalitas, Polres Blora menyusun strategi. Antara lain, melakukan operasi pekat. Polres kini juga telah menyiapkan penembak jitu untuk menindak pelaku bajing loncat. "Jangan main-main. Untuk mengatasi kemungkinan adanya bajing loncat saat ini kami telah menyiapkan sejumlah sniper yang benar-benar profesional," tandas Kapolres Blora AKBP Drs Zainal Arifin Paliwang kepada Suara Merdeka, kemarin. Menurutnya, beberapa lokasi yang dimungkinkan menjadi sasaran operasi bajing loncat adalah mulai Stasiun Cepu hingga stasiun di Kecamatan Jati. Sasaran mereka biasanya penumpang atau barang di kereta jurusan Jakarta-Surabaya. Soal jumlah sniper Polres yang dipersiapkan, Kapolres menyebutkan, ada lima personel. Semuanya profesional dan setiap saat siap bertindak jika ada aksi bajing loncat. Mereka, lanjutnya, akan ditempatkan di pos-pos strategis, terutama di beberapa lokasi yang rawan aksi bajing lomcat. Tembak di Tempat Menurut dia, instruksi Kapolda Jateng itu tidak main-main, yakni akan menembak di tempat bajing loncat yang nekat beraksi. "Instruksi Kapolda memang tembak di tempat. Karena itu, kami juga tidak akan main-main jika menjumpai aksi kawanan bajing loncat. Mereka akan kami dor di tempat," tandas Zainal. Ditanya tentang tindak lanjut operasi pekat, ujar dia, dalam gerakan perdana tim Polres telah menyita beberapa mesin judi dingdong dan menangkap delapan pasangan selingkuh. Untuk mesin dingdong, pihaknya akan menelusuri siapa pemiliknya. Adapun delapan pasangan selingkuh yang terazia secepatnya akan dikenai pasal tindakan pidana ringan (tipiring). Operasi pekat, lanjutnya, akan dilakukan rutin di beberapa lokasi yang dimungkinkan menjadi arena perjudian atau tempat permesuman. Dia menyatakan, kini anggotanya juga sudah mendata keberadaan preman di beberapa lokasi. (ud-15e) |