| Sabtu, 16 Oktober 2004 | MURIA |
Motor Curian yang Disita BertambahPATI - Barang bukti sepeda motor hasil curian yang disita oleh Tim Resmob Polwil Pati, jumlahnya bertambah. Jika semula hanya 27 buah (bukan 28) sebagaimana diberitakan sebelumnya, kini menjadi 39 buah. Kapolwil Pati Komisaris Besar (Kombes) Pol Drs Suhartono MM didampingi Kasubbag Reskrim Ajun Komisaris Polisi (AKP) Muryanto, membenarkan hal tersebut, ketika ditanya sehubungan hal tersebut, Jumat (15/10) kemarin. Bertambahnya barang bukti hasil kejahatan itu, katanya lebih lanjut, karena pihaknya menyita lagi 12 sepeda motor setelah tiga anggota jaringan komplotan asal Dukuh Posono, Desa Klakahkasihan, Kecamatan Gembong, tertangkap. Jaringan komplotan pelaku itu, adalah Sutaman bin Sunardi, Supaat bin Nyamat, dan Santoso alias Sogok. Ketiga orang tersebut, kini meringkuk di ruang tahahanan Mapolwil, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, dan mereka masih diperiksa secara intensif untuk mengungkap jaringan komplotan lainnya. Dari hasil pemeriksaan dan barang bukti yang disita, hampir sebagian besar dicuri pelaku dari wilayah hukum Polres Pati. Sedangkan yang berkaitan dengan pencurian di wilayah Polres lain yang masuk jajaran Polwil Pati, seperti Jepara, Kudus, Rembang Blora, dan Grobogan, kini terus dikembangkan. Dengan demikian, bantuan informasi dari masyarakat masih tetap diperlukan, terutama keberadaan para pelaku yang masih terus diburu. "Kepada anggota warga masyarakat yang merasa pernah kehilangan sepeda motor, kini bisa melihat dan mengecek langsung ke tempat penyimpanan barang bukti hasil sitaan di Mapolwil pada setiap jam kerja," ujarnya. 15 Buah Ditemui secara terpisah, Kapolres Pati, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Drs Endang Suryadarma didampingi Kasat Reskrim, Ajun Komisaris Polisi (AKP) IK Sumardika SH mengatakan, untuk barang bukti motor hasil kejahatan yang disita pihaknya, saat ini ada 15 buah. Jumlah tersebut, berasal dari satu jaringan komplotan yang beroperasi di wilayah Kecamatan Dukuhseti, dan sekitarnya. Tersangka anggota komplotan yang berhasil diringkus adalah To Gali bersama empat orang penadah. Dengan tertangkapnya anggota komplotan itu akhir-akhir ini kasus curanmor berkurang, tapi pihaknya tetap mengimbau kepada anggota warga masyarakat agar selalu waspada. Apalagi, sekarang ini memasuki bulan Ramadan yang akan diikuti dengan Hari Raya Lebaran. Sehingga tidak menutup kemungkinan, para angggota komplotan spesialis pencurian sepeda motor akan kembali beraksi, karena masih ada pelaku yang terus diburu hingga sekarang belum tertangkap. Kecenderungan menurunnya kasus curanmor, menurut dia, karena anggota komplotan tahu bahwa polisi kini terus menggalakkan operasi penangkapan terhadap mereka. "Oleh karena itu, kami terus bergerak dengan kekuatan penuh, tapi tetap butuh dukungan informasi dari masyarakat." (ad-15) |