| Sabtu, 16 Oktober 2004 | INTERNASIONAL |
20 Warga Korut Masuki Konsulat Korsel di BeijingBEIJING - Sekitar 20 warga Korea Utara memasuki Konsulat Korea Selatan di Beijing, Jumat kemarin, untuk mencari suaka, kata sumber diplomatik. Lee Kyu-hyung, juru bicara Kementerian Luar Negeri Korsel, mengatakan para pejabat kedubes terlebih dulu akan mencari tahu identitas mereka, sebelum mengambil tindakan lain. ''Kalau mereka mau, kami akan meminta Pemerintah China untuk menjamin perjalanan mereka ke Korsel atau ke negara lain,'' katanya. Tayangan televisi Korsel, YTN, memperlihatkan kelompok pencari suaka itu menggoyang-goyang kawat berduri dan menaiki tembok untuk masuk ke kompleks konsulat tersebut, Jumat fajar. Kelompok itu terdiri atas empat anak, 14 perempuan, dan enam pria, kata sumber itu. ''Saya diberi tahu bahwa mereka semua warga Korut,'' kata pejabat Kedubes Korsel. Namun dia tidak mau memberikan perincian lebih lanjut. Bulan lalu, 44 pencari suaka Korut menggunakan tangga untuk memanjat pagar dan melompat masuk ke Kedubes Kanada di Beijing, Cina. Ratusan pencari suaka dari Korut telah menerobos masuk ke beberapa kedubes dan konsulat asing di China sejak 2002. Mereka berharap memperoleh jalan yang aman ke Korsel yang lebih makmur. Namun mereka biasanya dalam jumlah kecil. Sekitar 170 pencari suaka akhir-akhir ini mencari perlindungan politik di kedubes-kedubes asing di China. Sebanyak 100 sampai 120 pencari suaka kini berada di Konsulat Korsel, 44 di Kedubes Kanada, dan sekitar 20 lainnya di Kedubes Jepang. Mereka terkadang menunggu selama beberapa pekan untuk mendapatkan jalan ke Korsel. Paling Diincar Konsulat Korsel merupakan tempat yang paling sering diincar para pencari suaka. Mereka lebih sering masuk dengan menggunakan dokumen palsu ketimbang menerobos. Dua bagian dalam kompleks konsulat itu yang berpagar kawat berduri telah dirusak. Namun masih belum jelas bagaimana cara pagar luar diterobos. Dua mobil polisi China berada di luar kompleks diplomatik tersebut dan para petugasnya tampak mencatat kejadian itu. Media Korsel juga melaporkan bahwa dua pencari suaka Korut ditangkap kemarin oleh otoritas di Mongolia setelah diturunkan dari sebuah pesawat yang menuju ke Seoul. Kedua pencari suaka tersebut sebenarnya berencana pergi ke Los Angeles dan mencari suaka politik di sana. Pasangan pencari suaka itu adalah seorang dokter dan istrinya, yang bekerja sebagai eksekutif di sebuah BUMN Korut. Keduanya menggunakan paspor palsu, lapor kantor berita Korsel Yonhap. Mereka kemungkinan akan dikirim ke Korsel, tambah kantor berita tersebut. Namun Deplu Korsel menolak berkomentar mengenai laporan itu. Para aktivis memperkirakan, sekitar 100.000 pencari suaka Korut mungkin berada di negara-negara Asia, sebagian besar di China. Mereka berusaha mencari jalan ke Asia Tenggara, setelah lari dari Korut yang miskin dan represif. Lebih dari 460 pencari suaka Korut diterbangkan dari Vietnam ke Korsel Juli lalu, dalam suatu operasi rahasia yang membuat marah para pemimpin Korut. Kendati ada kesepakatan dengan Pyongyang untuk memulangkan warga Korut yang memasuki Cina secara ilegal, Beijing membiarkan warga Korut masuk ke misi diplomatik asing untuk mencari jalan ke Korsel melalui negara ketiga.(rtr-ben-46) |