| Sabtu, 16 Oktober 2004 | INTERNASIONAL |
Lawan Politik Mugabe Bebas dari DakwaanWARSAWA - Pengadilan Tinggi Zimbabwe membebaskan pemimpin oposisi Morgan Tsvangirai dari dakwaan melakukan tindak pengkhianatan. Dia sebelumnya dituduh melakukan makar untuk membunuh Presiden Robert Mugabe menjelang pemilihan kontroversial yang dimenangkan oleh pemimpin Zimbabwe itu pada 2002. Tsvangirai tetap bertahan bahwa dakwaan-dakwaan terhadap dirinya itu berlatar-belakang politik. Pengadilan menyatakan tidak memperoleh cukup bukti bahwa Tsvangirai telah membicarakan rencana pembunuhan dan kudeta dalam pertemuan-pertemuan pribadinya dua tahun yang lalu. ''Kami tidak bisa membuktikan tanpa keraguan bahwa dakwaan makar telah dilakukan,'' kata Hakim Paddington Garwe saat menyampaikan putusan. Namun Tsvangirai dijadwalkan tampil di pengadilan bulan depan untuk menghadapi dakwaan pengkhianatan kedua. Massa pendukung oposisi di luar ruang sidang menyambut putusan ini dengan tepuk tangan dan teriakan, ketika vonis diumumkan. Sebelumnya, polisi anti-kerusuhan membubarkan sekitar 200 pendukung partai pimpinan Tsvangirai, Gerakan bagi Perubahan Demokratik. Siaga Tinggi Juru bicara Tsvangirai mengatakan orang-orang militan dari partai Mugabe, Zanu-PF, diizinkan memadati ruang persidangan setelah masuk lewat pintu samping. ''Pemimpin partai oposisi itupun dilarang masuk ke ruang pengadilan,'' kata William Bango kepada program BBC, Jaringan Afrika. Pada malam menjelang putusan dikeluarkan, aparat berwenang mengatakan pasukan keamanan berada dalam siaga tinggi untuk mencegah pecahnya keributan. Polisi bersenjata mengelilingi gedung pengadilan dan mereka juga berpatroli di ibu kota Harare. Beberapa sanksi, termasuk larangan perjalanan, dijatuhkan kepada Presiden Mugabe dan para pemimpin Zimbabwe lainnya oleh Amerika Serikat dan Uni Eropa, yang menuduh Mugabe mencurangi pemilihan tahun 2002. Persidangan makar terhadap Tsvangirai berdasar pada kesaksian Ari Ben-Menashe, seorang konsultan yang berkantor di Kanada. Dia mengatakan pada pertemuan pada Desember 2001, Tsvangirai memintanya mengatur pembunuhan Presiden Mugabe. Pertemuan ini direkam dengan rahasia oleh kamera CCTV. Tim pembela mengatakan rekaman yang gambarnya tidak jelas itu diatur sebagai bagian dari rencana untuk menjatuhkan Tsvangirai. Pengacara pemimpin oposisi Zimbabwe itu mengatakan Menashe adalah ''seorang pembohong besar'' yang menerima bayaran dari pemerintah dan berusaha mencoreng nama Tsvangirai menjelang pemilihan presiden pada Maret 2002. Morgan Tsvangirai kalah dalam pemilihan itu yang dia anggap dicurangi oleh Mugabe.(bbc-46) |